Imbas Konflik Timur Tengah, Maskapai Jepang Ini Naikkan Biaya Bahan Bakar hingga 2 Kali Lipat

Imbas Konflik Timur Tengah, Maskapai Jepang Ini Naikkan Biaya Bahan Bakar hingga 2 Kali Lipat

Konflik USA, Israel dengan Iran memberikan dampak besar terhadap penerbangan Internasional. Seperti Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) yang memperkirakan akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar hingga dua kali lipat dari tarif saat ini mulai Juni 2026.

Dilansir Kompas dari Japan Times Jumat (3/4/2026), biaya tambahan bahan bakar ini merupakan biaya yang ditambahkan ke tarif penerbangan untuk membantu menutupi sebagian biaya bahan bakar yang semakin melonjak.

Biaya tambahan yang diambil dari tarif penerbangan penumpang ini akan bervariatif sesuai dengan harga pasar bahan bakar dan perjalanan penerbangan yang diambil.

Biaya tambahan untuk penerbangan JAL dan ANA

Nantinya, jumlah biaya tambahan bahan bakar akan ditentukan setiap dua bulan sekali dan diumumkan dua bulan sebelumnya oleh JAL dan ANA.

Biaya tersebut dihitung berdasarkan harga rata-rata minyak tanah yang diperdagangkan di pasar Singapura selama dua bulan terakhir.

Imbas Konflik Timur Tengah, Maskapai Jepang Ini Naikkan Biaya Bahan Bakar hingga 2 Kali Lipat

Ilustrasi pesawat milik TNI AL di landasan Bandara Juanda, Jumat (30/01/2026).

Selain itu harga biaya tambahan bakar (fuel surcharge) juga akan ditentukan dari nilai tukar uang yen terhadap dollar AS pada bulan tersebut.

Berdasarkan data bulan Februari dan Maret, biaya tambahan bahan bakar untuk pemesanan bulan Juni diperkirakan mencapai 55.000 yen di ANA dan 50.000 yen di JAL untuk penerbangan dari Jepang ke wilayah seperti Eropa, Amerika, dan Oseania.

Artinya, harga tersebut mencapai dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni 31.900 Yen dan 29.000 Yen di masing-masing maskapai.

Tidak hanya untuk penerbangan jarak jauh, maskapai JAL dan ANA juga mematok biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan jarak dekat yakni 14.300 yen di ANA dan 12.400  yen di JAL untuk penerbangan ke Asia Timur seperti Tiongkok dan Taiwan.

Sementara itu, biaya tambahan bahan bakar sekitar 3.000 yen untuk perjalanan ke Korea Selatan dan 6.000 yen untuk penerbangan ke kota Vladivostok di Rusia.

Meski begitu, sejumlah maskapai lain di Jepang masih ada yang menerapkan harga normal tanpa adanya biaya tambahan bahan bakar yakni Zipair dan Jetstar.

Namun, ada kemungkinan bahwa di masa depan, harga tiket untuk seluruh maskapai di Jepang akan mengalami peningkatan secara bertahap.

Kenaikan harga tiket pesawat di penerbangan Internasional

Tidak hanya di Jepang, sejumlah maskapai Internasional juga telah menaikkan biaya tambahan bahan bakar mereka.

Misalnya, Cathay Pacific, maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, telah menaikkan biaya tambahan untuk penerbangan antara Jepang dan AS dari 72,90 dollar AS menjadi 149,20 dollar AS per 18 Maret 2026.

Tidak hanya itu, maskai penerbangan Korea Selatan yakni Korean Air. Korean Air akan menyesuaikan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar untuk rute Internasional secara signifikan.

Seperti rute penerbangan jarak jauh yakni Incheon-New York dan Chicago yang akan mengalami kenaikan surcharge hingga 200 persen. Sementara rute ke London dan Paris akan mengalami kenaikan sekitar 250 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang