Karel Mainaky Bicara Progres Positif Ganda Putri di Polytron Indonesia Open 2026
Kepala pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, mengaku senang dengan progres yang ditunjukkan Febi Setianingrum dkk pada pergelaran Polytron Indonesia Open 2026.
Ganda putri Indonesia menampilkan performa yang cukup apik pada ajang Polytron Indonesia Open 2026.
Pasalnya, dari lima wakil yang turun pada turnamen BWF World Tour Super 1000 ini, terdapat satu pasangan yang sukses menembus semifinal, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Progres positif tersebut menjadikan Rachel/Febi meraih capaian tertinggi ke babak semifinal untuk pertama kalinya di level Super 1000.
Sayang, langkah Rachel/Febi akhirnya terhenti di tangan pasangan ranking satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
“Kalau untuk hasil semifinal sebenarnya disayangkan ya. Rachel/Febi sebetulnya punya peluang, mereka sudah berusaha untuk menguasai permainan. Namun ada beberapa hal yang membuat mereka ragu-ragu,” kata kepala pelatih ganda putri PP PBSI, Karel Mainaky, dalam keterangan resminya.
Kendati demikian, Karel mengatakan hasil ini tetap patut disyukuri mengingat Rachel/Febi terbilang pasangan baru yang dipasangkan selama sembilan bulan.
Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, melangkah ke perempat final Polytron Indonesia Open 2026.
Harus Lebih Matang
Namun, dia menuntut permainan Rachel/Febi agar lebih matang lagi dengan cara harus lebih sering menghadapi pemain-pemain top dunia.
Sementara itu, dua wakil ganda putri tembus perempat final, mereka adalah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Fadia/Amallia harus mengakui ketangguhan ganda putri Jepang yang merupakan unggulan kelima, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Sedangkan Ana/Trias diadang oleh Rachel/Febi. Sedangkan pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine harus terhenti di babak pertama.
Progres yang terlihat jelas di mata Karel adalah kini tim ganda putri lebih percaya diri dengan kemampuan mereka.
“Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit. Penampilan mereka memang cukup baik di turnamen ini," ujar Karel.
"Mereka terlihat lebih yakin, biasanya memandang lawan itu terlalu hebat. Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu,” jelas dia.
Persiapan Panjang
Karel menyatakan pencapaian ini adalah hasil dari persiapan panjang sebelum bertanding di Polytron Indonesia Open 2026.
Selain teknik, hal lain yang difokuskan Karel adalah membentuk pola pikir para pemainnya.
“Persiapan ke turnamen ini memang lebih intens, saya sampai tidak berangkat ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Selain latihan, saya juga bentuk pola pikir mereka,” ujar Karel.
“Tiga pasangan ini memang programnya berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain program latihan umum, ada latihan tambahan terpisah. Misalnya Rachel/Febi yang paling muda, saya kasih latihan pagi," ucap Karel.
"Untuk Fadia/Tiwi dan Ana/Trias paling siang karena di poin akhir masih sering menurun, jadi saya kasih tambahan di sesi terakhir saat mereka capek,” tambahnya.
Selanjutnya, ganda putri Indonesia bersiap untuk tampil di ajang Australia Open 2026.
Harapannya, tren positif ini bisa dimanfaatkan untuk bisa mengulang partai All Indonesian final seperti di Australia Open 2025 lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang