Jejak Prestasi Indonesia di Thailand Open, Rekor Susy Susanti dan Greysia
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling berprestasi di Thailand Open. Nama Susy Susanti dan Greysia Polii harum di turnamen ini.
Turnamen bulu tangkis level Super 500, Thailand Open 2026, akan bergulir dalam waktu dekat di Nimibutr Arena, Bangkok, tepatnya pada 12-17 Mei mendatang.
Indonesia mengirimkan total 18 wakil yang tersebar di lima sektor berbeda berdasarkan data resmi di situs BWF.
Perinciannya yaitu empat tunggal putra, tunggal putri (2), ganda putra (4), ganda putri (2), dan ganda campuran (6).
Sejarah mencatat Indonesia pernah 38 kali meraih gelar juara Thailand Open. Rekor kedua terbanyak setelah China (63).
Gelar juara Indonesia disumbangkan oleh tunggal putra (10), tunggal putri (4), ganda putra (12), ganda putri (6), dan ganda campuran (6).
Khusus tunggal putri, seluruh gelar yang dimenangi Indonesia berasal dari satu nama. Siapa lagi kalau bukan Susy Susanti.
Prestasi Langka Susy dan Greysia
Hebatnya lagi, Susy Susanti melakukannya secara beruntun. Dia mendominasi podium Thailand Open mulai dari edisi 1991, 1992, 1993, hingga 1994.
Khusus edisi 1991 terasa istimewa. Gelar pertamanya diraih berbarengan dengan sang kekasih yang belakangan menjadi suaminya, Alan Budikusuma.
Secara keseluruhan, Susy Susanti adalah satu-satunya pebulu tangkis yang pernah menjuarai Thailand Open empat kali beruntun.
Tunggal putri Indonesia Susy Susanti melakukan servis saat melawan Misako Mizui dari Jepang pada pertandingan bulu tangkis Piala Uber. Susy Susanti menang 11-3, 11-5. Susy Susanti adalah peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.
Pencapaian yang mendekati Susy yaitu tungga putra legendaris Indonesia, Joko Suprianto, yang meraih tiga gelar Thailand Open secara berturut-turut (1992, 1993, 1994).
Selain Susy, Indonesia juga menempatkan Greysia Polii sebagai pemegang gelar terbanyak Thailand Open. Total dia mengoleksi empat trofi bersama dua partner berbeda.
Greysia Polii pertama kali menjuarai Thailand Open bersama Nitya Krishinda Maheswari pada 2013. Mereka mengalahkan Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul di final (21-17, 21-13).
Setelah itu, Greysia kembali merengkuh tiga gelar lagi bareng Apriyani Rahayu, masing-masing pada edisi 2017, 2018, dan 2020.
Greysia/Apri Jadi yang Terakhir
Gelar edisi 2020 bermakna lebih karena Thailand Open kala itu sedang berstatus Super 1000 atau tertinggi di BWF World Tour (sekarang turun level Super 500).
Greysia/Apri mengandaskan wakil tuan rumah, Rawinda Prajongjai/Jongkolphan Kititharakul dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13.
Selain itu, Greysia/Apri sekaligus menjadi wakil Indonesia terakhir yang mampu membawa pulang gelar Thailand Open.
Setelahnya, Indonesia sempat tiga kali masuk final Thailand Open pada 2022, 2023, dan 2024, namun tak berujung podium tertinggi.
Edisi 2022, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui keunggulan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).
Kemudian di 2023, ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dikalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China).
Di 2024, giliran ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dikandaskan wakil tuan rumah, Rawinda Prajongjai/Jongkolphan Kititharakul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang