Misi Jonatan Christie Gapai Mimpi di Polytron Indonesia Open 2026
Tunggal putra Jonatan Christie mengusung misi besar di Polytron Indonesia Open 2026. Dia penasaran meraih gelar juara.
Indonesia Open termasuk salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia, tapi belakangan wakil tuan rumah kesulitan menjadi juara di kandang sendiri.
Kali terakhir wakil Indonesia berdiri di podium tertinggi adalah edisi 2021 ketika ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di final.
Tahun lalu, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal juara setelah takluk dari pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Khusus tunggal putra malah lebih lama lagi, yakni 14 tahun silam. Simon Santoso menjuarai Indonesia Open 2012 usai menekuk Du Peng Yu (China).
Tiga tahun lalu, upaya Anthony Sinisuka Ginting memutus paceklik gelar tunggal putra tuan rumah di Indonesia Open kandas.
Dia dikalahkan Viktor Axelsen dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-13. Tak mengherankan bila Jonatan Christie ingin mencobanya lagi tahun ini.
Persaingan Terbuka di Tunggal Putra
Jojo, sapaan akrabnya, menyadari persaingan di sektor tunggal putra semakin ketat. Bukan cuma di Top 10 ranking dunia BWF, melainkan sampai peringkat 20-25.
"Persaingan tunggal putra dunia sekarang makin ketat," ujar Jojo kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Ranking bukan lagi patokan. Lihat saja daftar juara berbeda-beda setiap turnamen. Peringkat 1-25 bisa saling mengalahkan," jelasnya.
Laga 32 besar All England 2026 antara Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh (Singapura) pada hari Rabu (4/3/2026) di Utilita Arena, Birmingham.
Jojo tak asal bicara. Statistik menyebutkan total 11 tunggal putra berbeda menjuarai 13 turnamen terakhir di BWF World Tour.
Mulai dari Jia Heng Jason Teh (Singapura) di Korea Masters 2025, Kodai Naraoka (Jepang) di Kumamoto Masters 2025, Lakhsya Sen (India) di Australian Open 2025.
Lalu, Jason Gunawan (Hong Kong) di Syed Modi International 2025, Christo Popov (Perancis) di BWF World Tour Finals 2025 dan German Open 2026.
Berlanjut Kunlavut Vitidsarn (Thailand) di Malaysia Open 2026, Lin Chun-Yi (Taiwan) di India Open 2026 dan All England 2026, serta Alwi Farhan (Indonesia) di Indonesia Masters 2026.
Kemudian, Mohammad Zaki Ubaidillah (Indonesia) di Thailand Masters 2026, Yushi Tanaka (Jepang) di Swiss Open 2026, dan Alex Lanier (Perancis) di Orleans Masters 2026.
Rasa Penasaran Jonatan Christie
Satu perbedaan yang membuat seorang tunggal putra bisa juara terletak dari kesiapan fisik dan mental di hari pertandingan.
Sehingga, Jonatan Christie menegaskan bakal mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menyambut Polytron Indonesia Open 2026.
"Saya penasaran belum pernah juara Indonesia Open. Turnamen ini menjadi prioritas yang masuk ke dalam wish list saya," kata Jojo.
"Target pribadi saya adalah juara di Indonesia Open 2026. Sekarang kembali kepada diri sendiri. Semaksimal apa persiapan kita," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang