Motivasi Fajar/Fikri Bikin Istora Bergemuruh di Polytron Indonesia Open 2026
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, tengah bergegas mematangkan persiapan menyambut turnamen akbar Polytron Indonesia Open 2026.
Tersisa waktu kurang dari dua pekan lagi menuju Polytron Indonesia Open 2026 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 3-8 Juni mendatang.
Turnamen kategori BWF World Tour level Super 1000 ini merupakan salah satu yang paling bergengsi di dunia.
Setiap pemain pasti mendambakan gelar juara, termasuk Fajar/Fikri.
Terlebih, mereka akan disaksikan secara langsung oleh ribuan pecinta bulu tangkis Tanah Air. Atmosfer bergemuruh khas Istora Snayan memberikan energi tersendiri buat atlet tuan rumah.
"Bermain di Istora dengan suporter sangat banyak dan bergemuruh di satu sisi kita jadi lebih bersemangat. Meskipun ada tegangnya juga," kata Fajar Alfian di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).
Persiapan terus dimaksimalkan Fajar/Fikri di sisa waktu menjelang turnamen. Singapore Open yang berlangsung pekan depan menjadi pemanasan sebelum terjun ke Polytron Indonesia Open 2026.
Secara teknis sudah digodok, begitu pula sisi non-teknis yang menjadi perhatian Fajar/Fikri terkait kondisi angin di venue Singapore Open berdasarkan pengalaman sebelumnya.
"Untuk Singapore Open kami sudah mempersiapkan diri. Di sana kondisi lapangan cukup berangin. Kami antisipasi dengan latihan memakai shuttlecock yang kencang di sini," ujar Fajar.
"Kami sudah mengikuti, menyesuaikan latihan di sini dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di sana. Hasil drawing juga sudah keluar, semoga hasilnya bisa lebih baik sih," sahut Fikri.
Korbankan Dua Turnamen S500
Singapore Open dan Polytron Indonesia Open 2026 menjadi ajang kembalinya Fajar/Fikri usai mengalami kegagalan besar bareng tim beregu putra Indonesia di Piala Thomas 2026.
Target tinggi diusung dan mereka sudah tidak lagi memikirkan pengalaman pahit tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026. Itulah mengapa Fajar/Fikri memutuskan absen di dua turnamen Super 500.
Thailand Open dan Malaysia Masters sejatinya menjadi perhentian selanjutnya selepas Piala Thomas, namun Fajar/Fikri memilih berlatih mempersiapkan diri untuk Singapore Open dan Polytron Indonesia Open 2026.
Ganda putra ranking 3 dunia ini menilai jadwal Thailand Open dan Malaysia Masters terlalu mepet dengan Piala Thomas, sehingga tidak ingin memaksakan diri agar hasilnya bisa lebih maksimal.
"Kami tidak mau hanya ikut pertandingan tapi hasilnya kurang baik. Jadi kami lebih fokuskan ke turnamen-turnamen yang sudah dipersiapkan dengan matang," ungkap Fajar.
Reaksi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri usai Tim Indonesia, sang pemilik 14 gelar sepanjang sejarah Piala Thomas, harus rela tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 usai kekalahan 1-4 lawan Perancis di partai terakhir Grup D. Pertandingan ini digelar di Forum Horsens, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
"Semoga dengan hasil Thomas Cup kemarin itu tidak mempengaruhi apa pun buat kami berdua. Kami juga punya target-target pribadi yang tidak kalah penting untuk karier," timpal Fikri.
Fajar/Fikri Belum Raih Gelar di 2026
Singapore Open dan Polytron Indonesia Open 2026 sekaligus pembuktian kepantasan Fajar/Fikri menyandang predikat Top 3 ganda putra dunia. Mereka masih nirgelar tahun ini.
Jangankan gelar juara, sebatas finalis saja belum terpenuhi. Pencapaian terbaik mereka sepanjang 2026 adalah semifinalis Malaysia Open dan Kejuaraan Asia BAC.
Bandingkan dengan tahun lalu ketika Fajar/Fikri sukses menjuarai China Open (Super 1000) plus empat kali runner-up di Korea Open (Super 500), Denmark Open (Super 750), French Open (Super 750), dan Australian Open (Super 500).