Ginting Berpotensi Absen di Polytron Indonesia Open 2026, Cuma Bisa Pasrah
Anthony Sinisuka Ginting kemungkinan besar akan melewatkan Polytron Indonesia Open 2026. Peringkatnya tidak memadai untuk mengikuti turnamen Super 1000.
Ajang bergengsi Polytron Indonesia Open 2026 akan bergulir di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang.
Polytron Indonesia Open 2026 masuk kategori BWF World Tour level Super 1000, sehingga prioritas pesertanya adalah pemain-pemain papan atas dunia.
Anthony Sinisuka Ginting pernah menghuni papan atas, bahkan menduduki ranking 2 dunia, namun belakangan terlempar jauh akibat rentetan cedera dan penurunan performa.
Awal 2026, Ginting anjlok sampai ranking 73 sebelum berangsur naik secara perlahan seiring peningkatan prestasi di beberapa turnamen terakhir.
Kini, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu menduduki urutan ke-44 berdasarkan update BWF per Selasa (26/5/2026).
Sayangnya, situasi ini masih kurang memadai untuk berpastisipasi dalam turnamen Super 750 dan 1000. Ginting baru sebatas beredar di Super 300 dan 500, itu pun lewat kualifikasi.
Sehingga, Ginting hampir dipastikan absen dari Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di rumah sendiri.
Namanya cuma tercantum di daftar cadangan (reserve) urutan keenam. Ginting baru bisa masuk apabila ada enam pemain yang mengundurkan diri sebelum manager meeting, Senin (1/6/2026).
Ginting Tak Mau Ambil Pusing
Anthony Ginting sebenarnya sudah menyadari dirinya sulit lolos ke Polytron Indonesia Open 2026. Tentu ada perasaan kecewa, tapi tak sampai membuat dia terpukul.
"Pastinya Indonesia Open di Istora Senayan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh kita semua," kata Ginting di Pelatnas PBSI, Selasa (26/5/2026).
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, melakukan sesi tanya jawab dengan awak media di Pelatnas PBSI, Selasa (26/5/2026).
"Bermain di rumah sendiri dengan dukungan penuh. Selalu antusias setiap mau bermain di sana, tapi memang kondisinya begini (tidak lolos)."
"Saya pribadi harus terima dan berpikir jangka panjang. Maksudnya di depan masih ada banyak pertandingan lain. Fokusnya lebih ke situ," jelasnya.
Atlet berusia 29 tahun tersebut sedang memikirkan bagaimana caranya bisa kembali bersaing di papan atas. Dia mematok target kembali ke 20 besar tahun ini.
"Saya pastinya ingin balik lagi seperti dulu (Top 10), tapi semaksimal mungkin masuk 20 besar tahun ini," ujar Anthony Ginting.
Pekerjaan Rumah Ginting
Target menembus ranking 20 besar tentu membutuhkan strategi yang matang, apalagi opsi turnamen lebih terbatas kepada level Super 300 dan Super 500.
Ginting juga mengakui adanya faktor non-teknis yang mempengaruhi permainannya. Sebuah pekerjaan rumah untuk dibenahi bersama tim pelatih PBSI.
Beruntung, Ginting dikelilingi orang-orang yang terus memberikan dukungan penuh, termasuk pelatih tunggal putra PBSI, Indra Wijaya.
"Kalau boleh jujur kekalahan di babak-babak awal turnamen itu mempengaruhi kepercayaan diri, tapi kembali lagi saya harus bangkit dan berpikiran positif," ucap Ginting.
"Keberadaan pelatih juga membantu saya. Diskusi-diskusi dengan coach Indra Wijaya mempersiapkan pertandingan-pertandingan berikutnya," tandas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang