PBSI Bidik Juara Polytron Indonesia Open 2026 dari Sektor Ganda Putra

PBSI menaruh harapan besar kepada sektor ganda putra untuk meraih gelar Polytron Indonesia Open 2026. Sebuah target yang tidak main-main dan harus dipersiapkan dengan matang.
Polytron Indonesia Open 2026 yang notabene turnamen bergengsi level Super 1000 bakal bergulir di Istora Senayan dalam waktu dekat, 3-8 Juni mendatang.
Indonesia selaku tuan rumah tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berjaya di depan publik sendiri. Pemandangan juara yang sudah lama dirindukan sejak terakhir kali naik podium lima tahun lalu.
Pasangan legendaris Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menjadi wakil tuan rumah terakhir yang mengamankan gelar juara Indonesia Open pada edisi 2021.
Dari situ, ganda putra Indonesia yang sejatinya disegani dunia belum pernah lagi merengkuh trofi. Paceklik gelar telah berlangsung selama lima tahun.
Tahun lalu, Sabar Karyawan Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani mampu melangkah ke final, tapi gagal juara usai dikandaskan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
"(Tahun ini) harus juara," tegas pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho, kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas Cipayung, Rabu (20/5/2026).
"Jadi persiapannya setelah pulang dari Piala Thomas itu kita ada waktu dua minggu. Secara maintenance kita tingkatkan sedikit. Ya oke lah sudah cukup baik."
"Ada Singapore Open nanti kirim dua pasang ya. (Harapannya) nanti bisa peak mudah-mudahan di Polytron Indonesia Open 2026. Peak performance ganda putra," jelasnya.
Ganda Putra Ramai di Istora Senayan
Bukan tanpa alasan PBSI mematok target tinggi untuk sektor ganda putra di Polytron Indonesia Open 2026. Secara jumlah sangat memadai karena mengirim enam wakil sekaligus.
Mereka antara lain Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Hutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Kemudian, ada Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan.
Kualitas ganda putra masih menjadi tumpuan prestasi Indonesia, namun tahun ini sama sekali belum mengantongi gelar juara Super 1000. Dua turnamen lewat begitu saja, bahkan tanpa ada yang menembus final.
Fajar/Fikri mentok di semifinal Malaysia Open 2026, begitu pula Raymond/Joaquin yang cuma bisa melangkah sampai semifinal All England 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat berlaga dalam perempat final Badminton Asia Championships 2026 melawan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jin di Ningbo Olympic Sports Center China pada hari Jumat (10/4/2026).
Kesempatan berikutnya datang di Polytron Indonesia Open 2026. Keuntungan bermain di hadapan publik sendiri yang kemungkinan besar bergemuruh di Istora Senayan harus bisa dimaksimalkan.Tidak mudah memang, apalagi keberadaan ganda putra top dunia seperti Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), dan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) berpotensi menjegal Indonesia.
Motivasi dari Leo/Daniel
Secercah harapan muncul ketika pasangan yang baru rujuk setelah dua tahun pisah dan dirotasi PBSI sejak 2024, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, langsung tancap gas meraih gelar Thailand Open 2026 pekan lalu.
Leo/Daniel sekaligus membuktikan bahwa ganda putra Indonesia masih bertaji. Sebuah prestasi yang diharapkan dapat memotivasi para koleganya untuk tampil habis-habisan di Polytron Indonesia Open 2026.
"Kalau saya lihat dari Thailand saya lihat sih ya bersyukur ya bisa juara ya. Bisa menambah kepercayaan diri dia. Khususnya Daniel sama Leo ya ke depannya ya kan," ucap Antonius Budi Ariantho.
"Mungkin turnamen ke depannya ya mungkin Polytron Indonesia Open 2026, mungkin juga Australia ya. Ke depannya lah bisa nambah lagi," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang