Waspada Siomay Ikan Sapu-sapu: Kenali Cirinya dan Tips Menghindarinya

Waspada Siomay Ikan Sapu-sapu: Kenali Cirinya dan Tips Menghindarinya

Siomay sudah lama menjadi camilan favorit banyak orang. Gurih, kenyal, dan mudah ditemukan, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran.

Namun belakangan, muncul kembali peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati. Ada oknum penjual nakal yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar siomay demi menekan biaya produksi.

Masalahnya, ikan sapu-sapu bukanlah bahan pangan yang layak dikonsumsi. Selain hidup di lingkungan kotor, ikan ini berpotensi membawa zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.

Karena itu, penting mengetahui ciri-ciri siomay mencurigakan dan cara aman untuk menghindarinya.

Alasan jangan makan ikan sapu-sapu

sapu hidup di perairan tercemar seperti selokan, sungai kotor, atau danau dengan kualitas air buruk. Lingkungan tersebut membuat ikan ini:

  • Berisiko mengandung logam berat, seperti merkuri atau timbal
  • Rentan membawa bakteri berbahaya, termasuk bakteri penyebab infeksi
  • Memiliki daging yang teksturnya keras dan tidak berkualitas

Meski beberapa pelaku usaha mampu mengolah ikan sapu-sapu hingga terlihat layak makan, penggunaan ikan ini tidak aman dan tentunya tidak etis, terutama jika dijual tanpa pemberitahuan kepada konsumen.

Ciri-ciri siomay yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu

Agar tidak salah pilih, perhatikan tanda-tanda berikut ketika membeli siomay:

1. Aroma ikan terlalu menyengat

Siomay berkualitas yang menggunakan ikan segar (seperti tenggiri) memiliki aroma ringan dan gurih.

Waspada Siomay Ikan Sapu-sapu: Kenali Cirinya dan Tips Menghindarinya

Warga sedang memisahkan daging dari kulit ikan sapu-sapu hasil tangkapannya di atas rakit plastik di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Jika baunya amis tajam, tidak sedap, atau terasa “mengganggu”, sebaiknya hindari.

2. Warna siomay kusam dan gelap

Siomay dari ikan berkualitas umumnya berwarna putih bersih atau abu muda.

Sementara itu, siomay berbahan ikan sapu-sapu sering tampak lebih gelap, kusam, atau tidak segar.

3. Teksturnya terlalu keras

Siomay yang normal akan kenyal dan lembut saat digigit.

Jika teksturnya liat, keras, atau terasa aneh, ini bisa menjadi tanda bahan bakunya bukan ikan segar.

4. Harganya terlalu murah

Harga sangat murah jauh di bawah standar bisa jadi sinyal bahaya.

Siomay dengan bahan ikan segar tidak mungkin dijual dengan harga terlalu rendah.


Tips menghindari siomay berbahan ikan sapu-sapu

Agar lebih aman, berikut langkah yang bisa kamu lakukan:

Beli di tempat terpercaya

Pilih penjual yang sudah dikenal, memiliki reputasi baik, atau mendapatkan ulasan positif.

Perhatikan aroma, warna, dan tekstur

Gunakan panca indera untuk memeriksa sebelum membeli.

Tanyakan bahan bakunya

Penjual yang jujur tidak keberatan memberi informasi tentang jenis ikan yang dipakai.

Masak sendiri di rumah

Ini cara paling aman. Kamu bisa memastikan bahan yang digunakan adalah ikan berkualitas.

Hindari tergiur harga terlalu murah

Harga rendah bisa menunjukkan kualitas bahan yang dipertanyakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang