Negara-negara yang Makan Ikan Sapu-Sapu, Dari Dibakar Sampai Diolah Jadi Sup

Ikan Sapu Sapu Hias | Hewan Air Info
Ikan Sapu Sapu Hias | Hewan Air Info

Ikan sapu-sapu selama ini lebih dikenal sebagai penghuni dasar sungai, kolam, hingga akuarium yang berfungsi membersihkan lumut dan sisa kotoran. Di Indonesia, ikan ini bahkan sering dianggap sebagai hama karena populasinya cepat berkembang dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di sejumlah negara, ikan sapu-sapu justru menjadi bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Ikan yang dikenal dengan nama pleco atau plecostomus ini ternyata telah lama masuk dalam menu tradisional di beberapa wilayah, khususnya di Amerika Latin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini membuat banyak orang penasaran, apakah ikan sapu-sapu benar-benar aman dimakan dan negara mana saja yang biasa mengonsumsinya? 

Selain karena alasan ekonomi, konsumsi ikan ini juga sering dikaitkan dengan upaya pengendalian spesies invasif yang jumlahnya terus meningkat. Berikut daftar negara yang makan ikan sapu-sapu, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Rabu, 29 April 2026.

1. Brasil

Brasil menjadi salah satu negara yang paling dikenal mengonsumsi ikan sapu-sapu karena ikan ini memang berasal dari kawasan Amerika Selatan. Di wilayah Amazon, ikan ini dikenal dengan nama lokal seperti bodó, cascudo, atau acari.

Masyarakat setempat sudah lama memanfaatkan ikan ini sebagai lauk sehari-hari. Biasanya ikan dimasak dengan cara dipanggang utuh, direbus, hingga dijadikan sup tradisional khas daerah sungai Amazon.

Bagi sebagian komunitas lokal, ikan ini merupakan sumber protein yang mudah diperoleh dan terjangkau.

2. Peru

Di Peru, ikan sapu-sapu dikenal dengan nama carachama. Konsumsinya cukup umum terutama di wilayah pedalaman Amazon yang masih sangat bergantung pada hasil sungai sebagai sumber pangan utama.

Ikan ini sering diolah menjadi sup hangat, ikan bakar, hingga berbagai hidangan khas pedesaan. Karena jumlahnya cukup banyak, pleco menjadi pilihan protein murah bagi masyarakat setempat.

3. Kolombia

Kolombia juga termasuk negara yang cukup familiar dengan konsumsi ikan sapu-sapu. Di sana, ikan ini dikenal sebagai cucha atau corroncho.

Penduduk di wilayah sungai dan pedalaman kerap mengolahnya menjadi makanan rumahan. Cara memasaknya umumnya dengan direbus atau dipanggang karena tekstur dagingnya cukup padat dan tubuhnya memiliki pelat keras seperti lapisan pelindung.

4. Meksiko

Meksiko menjadi salah satu negara yang cukup sering membahas ikan sapu-sapu karena spesies ini berkembang sangat cepat dan dianggap invasif di beberapa sungai.

Untuk mengurangi populasinya, masyarakat bahkan didorong untuk menangkap dan mengonsumsinya. Ikan ini dikenal dengan sebutan devil fish dan kerap diolah menjadi berbagai makanan seperti ikan goreng, olahan daging ikan, hingga burger ikan.

Konsumsi ini sekaligus menjadi solusi ekologis untuk menekan jumlah spesies invasif yang mengganggu habitat ikan lokal.

5. Filipina

Di Filipina, ikan sapu-sapu juga ditemukan dikonsumsi di beberapa daerah, terutama ketika populasinya meningkat di sungai tertentu.

Meski tidak sepopuler ikan konsumsi utama seperti nila atau bangus, pleco tetap dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif oleh sebagian masyarakat lokal. Selain itu, langkah ini juga dianggap membantu mengendalikan penyebaran ikan invasif.

6. India

Di India, konsumsi ikan sapu-sapu tidak terlalu umum, namun keberadaannya mulai dikenal sebagai ikan yang bisa dimakan. Sebagian masyarakat mengetahui hal ini dari praktik konsumsi di Amerika Latin dan Meksiko.

Meski demikian, ikan sapu-sapu di India lebih sering dipandang sebagai spesies invasif dibandingkan sebagai ikan konsumsi harian.

Apakah Ikan Sapu-Sapu Aman Dimakan?

Meski banyak negara mengonsumsi ikan sapu-sapu, keamanan ikan ini tetap bergantung pada habitat tempat hidupnya. Karena termasuk ikan dasar atau bottom feeder, pleco hidup di dasar sungai yang rentan menjadi tempat penumpukan limbah dan polutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika berasal dari perairan tercemar, ikan ini berisiko mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, hingga bakteri dan parasit berbahaya. Karena itu, ikan sapu-sapu dari sungai kotor atau saluran limbah sebaiknya tidak dikonsumsi.

Selain itu, proses pembersihan dan pengolahan juga harus dilakukan dengan benar karena tubuh ikan ini memiliki duri tajam dan lapisan keras yang cukup sulit dibersihkan.