Top 5+ Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-Sapu dan Tenggiri, Cek Sebelum Makan
Ramainya perbincangan soal dugaan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomay memunculkan pernyataan: bagaimana cara membedakan siomay yang aman dikonsumsi dengan yang berisiko?
Isu ini mencuat seiring kabar melonjaknya populasi ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung. Sejumlah warga disebut menangkap ikan tersebut untuk diolah menjadi makanan.
Kondisi ini membuat konsumen perlu lebih jeli. Perbedaan bahan dasar inilah yang kemudian berdampak pada kualitas, rasa, hingga keamanan produk yang dikonsumsi.
Siomay Bandung
Lalu, bagaimana cara mengenali perbedaannya? Berikut ciri-ciri yang bisa diperhatikan:
1. Warna Lebih Gelap
Perbedaan paling mudah dikenali terlihat dari tampilan.
Siomay berbahan ikan sapu-sapu cenderung berwarna lebih gelap atau keabu-abuan. Hal ini berasal dari warna daging ikan yang kusam. Sebaliknya, siomay ikan tenggiri umumnya tampak putih cerah dan terlihat lebih bersih.
2. Aroma Lebih Menyengat
Aroma juga bisa menjadi petunjuk penting.
Siomay dari ikan sapu-sapu biasanya memiliki bau amis yang lebih tajam dan menyengat. Sementara itu, siomay berbahan tenggiri cenderung beraroma gurih dan tidak mengganggu saat disantap.
3. Tekstur Alot
Perbedaan berikutnya terasa saat dikunyah. Siomay dari ikan sapu-sapu cenderung lebih alot, tidak mudah hancur, dan terasa kurang nyaman di mulut.
4. Rasa dan Aftertaste
Rasa menjadi pembeda yang paling terasa saat dimakan.
Siomay dari ikan sapu-sapu cenderung memiliki rasa gurih yang tidak alami, bahkan bisa meninggalkan aftertaste pahit atau tidak nyaman di lidah. Sementara itu, siomay tenggiri memiliki rasa gurih yang lebih alami.
5. Harga
Selain kualitas fisik, harga juga dapat menjadi indikator tambahan.
Siomay ikan tenggiri umumnya dijual mulai sekitar Rp5.000 per buah atau lebih. Jika ditemukan siomay dengan harga jauh lebih murah, konsumen perlu lebih waspada terhadap bahan yang digunakan.