Disdik Jakarta Terapkan Belajar Jarak Jauh mulai Hari Ini Imbas Cuaca Ekstrem

Disdik Jakarta Terapkan Belajar Jarak Jauh mulai Hari Ini Imbas Cuaca Ekstrem

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan mulai Jumat (23/1/2026). 

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 9/SE/2026 yang diterbitkan sebagai respons atas kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jakarta sejak Kamis (22/1/2026).

PJJ dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah banjir yang masih melanda Jakarta.

“Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta,” kata Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Mekanisme PJJ Jakarta Hari Ini

Dalam surat edaran, Disdik Jakarta menetapkan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh seluruh satuan pendidikan selama pelaksanaan PJJ, yakni:

  • Sekolah menjalankan pembelajaran jarak jauh selama cuaca ekstrem masih berlangsung
  • Kepala satuan pendidikan diminta aktif melakukan pendampingan serta pemantauan pelaksanaan PJJ. Sekolah juga diwajibkan menyiapkan alternatif pembelajaran apabila terjadi kendala teknis, dengan tetap berkoordinasi bersama Suku Disdik maupun Disdik.
  • Kepala satuan pendidikan juga diminta menjaga komunikasi yang intensif dengan orang tua atau wali murid serta seluruh warga sekolah terkait pelaksanaan PJJ
  • Edaran ini berlaku hingga 28 Januari 2026.

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jakarta hingga 24 Januari 2026

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyampaikan peringatan dini terkait potensi peningkatan intensitas hujan di wilayah Jakarta yang diperkirakan berlangsung hingga Sabtu (24/1/2026).

Dalam peringatan tersebut, BPBD menyebut hujan dengan intensitas sangat lebat hingga sanhat lebat berpeluang terjadi pada Kamis-Jumat (22-23/1/2026).

Sedangkan, pada Sabtu (24/1/2026), BPBD memperkirakan Jakarta masih dilanda hujan lebat hingga sangat lebat.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu dampak hidrometeorologi, mulai dari genangan air hingga banjir di sejumlah titik di Jakarta.

Seiring dengan potensi tersebut, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di kawasan rawan banjir dan daerah dengan kapasitas drainase terbatas.

BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan warga untuk menyiapkan langkah antisipatif, seperti membawa perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar rumah serta menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau perkembangan kondisi banjir dan tinggi muka air melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk situs pantau banjir dan aplikasi JAKI, guna memperoleh informasi terkini.

Dalam situasi darurat, warga diimbau segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam.

BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan meningkatkan kesiapsiagaan guna merespons cepat potensi dampak cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, BPBD Jakarta melaporkan bahwa 132 RT dan 22 ruas jalan terendam banjir hingga Kamis (22/1/2026) pukul 20.00 WIB.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang