BMKG Peringatkan Cuaca Buruk Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Waspada Hujan dan Angin Kencang
Masyarakat Indonesia yang berencana memanfaatkan long weekend pertengahan Januari 2026 diimbau untuk lebih berhati-hati. Potensi hujan lebat hingga ekstrem diprakirakan masih mendominasi kondisi cuaca nasional, seiring aktifnya berbagai dinamika atmosfer yang memengaruhi wilayah Indonesia.
Situasi ini penting menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, aktivitas wisata, maupun kegiatan luar ruang selama akhir pekan panjang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prospek cuaca mingguan periode 16–22 Januari 2026 menegaskan bahwa periode long weekend 16–18 Januari 2026 berpotensi diwarnai cuaca kurang bersahabat.
Beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan petir, sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gangguan transportasi. Dalam beberapa hari terakhir menjelang long weekend, intensitas hujan di sejumlah daerah sudah menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dalam beberapa hari terakhir, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, terdapat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di Jawa Tengah (188.4 mm/hari), Banten (90.2 mm/hari), Jawa Barat (89.0 mm/hari), Sumatera Selatan (50.6 mm/hari),” demikian dikutip dari situs BMKG, Kamis, 15 Januari 2026.
Ilustrasi hujan
Kondisi tersebut menjadi indikasi awal bahwa atmosfer masih sangat mendukung pembentukan awan hujan intensif. BMKG menjelaskan bahwa hujan lebat tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, terutama keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Salah satu faktor utama adalah sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat yang telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain itu, monsun Asia yang aktif membawa suplai udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata hingga Pulau Jawa. Interaksi kedua sistem ini membentuk daerah konvergensi luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Menjelang dan selama long weekend, dinamika atmosfer global dan regional juga masih berperan kuat. “Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah.”
Kondisi ini mendukung peningkatan pasokan uap air yang memperkuat potensi hujan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut menambah kandungan uap air di atmosfer. Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif di sejumlah wilayah timur Indonesia, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian Sumatra, Kalimantan, Maluku Utara, hingga Papua, sehingga memperbesar peluang hujan selama periode long weekend. BMKG juga secara khusus memaparkan prakiraan cuaca pada 16–18 Januari 2026.
“Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat,” tulisnya. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga diprakirakan terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan Maluku. Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama long weekend. “Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, aktivitas wisata, dan perayaan malam pergantian tahun.”
Masyarakat juga disarankan rutin memantau informasi resmi cuaca dan peringatan dini dari BMKG melalui website, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infoBMKG agar dapat beraktivitas dengan lebih aman selama akhir pekan panjang.