BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulut hingga 21 Januari, Enam Daerah Ini Diminta Waspada

cuaca ekstrem, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulut hingga 21 Januari, Enam Daerah Ini Diminta Waspada, Fenomena apa saja yang memengaruhi cuaca di Sulut?, Bagaimana dampak kombinasi fenomena tersebut?, Daerah mana saja yang berpotensi terdampak?, Apa imbauan BMKG kepada masyarakat dan pemerintah daerah?

 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, menyebutkan bahwa BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara hingga 21 Januari 2026.

“BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara hingga 21 Januari 2026,” sebut Dhira Utama di Manado, Senin (19/1/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, dalam periode tersebut masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat, mengingat karakteristik cuaca di wilayah ini yang cukup dinamis.

Fenomena apa saja yang memengaruhi cuaca di Sulut?

Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, BMKG memantau sejumlah fenomena yang berkontribusi terhadap pembentukan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara.

Menurut Dhira, salah satu faktor utama adalah dominasi angin Muson barat yang membawa massa udara basah dari wilayah barat Indonesia.

Selain itu, terdapat pengaruh La Nina lemah yang turut meningkatkan suplai uap air di atmosfer.

BMKG juga memantau adanya prediksi spasial gelombang Kelvin dan Low Frequency yang berkontribusi dalam pembentukan awan-awan hujan di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, BMKG mendeteksi keberadaan pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik bagian timur Australia.

Kondisi ini memicu pertemuan angin yang berdampak pada peningkatan curah hujan serta potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Utara.

Bagaimana dampak kombinasi fenomena tersebut?

Dhira menjelaskan bahwa pertemuan angin akibat kondisi atmosfer tersebut didukung oleh kelembaban udara yang basah di setiap lapisan atmosfer.

Selain itu, tingginya indeks labilitas atmosfer turut memperkuat potensi terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi.

“Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang,” kata Dhira Utama.

Dengan kondisi ini, hujan tidak hanya berpotensi turun dalam durasi singkat, tetapi juga dapat berlangsung cukup lama dan merata di beberapa wilayah.

Daerah mana saja yang berpotensi terdampak?

BMKG mencatat setidaknya enam daerah di Sulawesi Utara yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam periode peringatan dini tersebut. Daerah-daerah itu meliputi:

  • Kota Manado
  • Kabupaten Minahasa
  • Kabupaten Minahasa Utara
  • Kabupaten Minahasa Selatan
  • Kabupaten Bolaang Mongondow
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik topografi yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga daerah bergunung dan bertopografi curam, sehingga risiko dampak bencana hidrometeorologi perlu mendapat perhatian khusus.

Apa imbauan BMKG kepada masyarakat dan pemerintah daerah?

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Dhira.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. R

isiko tersebut terutama mengancam wilayah dengan topografi curam, daerah pegunungan, tebing, serta kawasan yang rawan longsor dan banjir.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang