BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Banten Sepekan ke Depan

bibit Siklon Tropis 93S, BMKG, cuaca ekstrem, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Banten Sepekan ke Depan, Sebagian Besar Wilayah Banten Masuki Musim Hujan, Potensi Angin Kencang Hingga 45 Km per Jam, Pengaruh Bibit Siklon 93S Tidak Langsung, Curah Hujan Tinggi di Banten Bagian Selatan, Imbauan Waspada Gelombang Tinggi dan Bencana Hidrometeorologi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Banten untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Peringatan ini disampaikan menyusul adanya pengaruh tidak langsung dari bibit Siklon Tropis 93S.

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Banten telah memasuki musim hujan sehingga peluang hujan meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Sebagian Besar Wilayah Banten Masuki Musim Hujan

Dilansir dari Antara, Ketua Tim Kerja Meteorologi Klimatologi BMKG Wilayah II Banten, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan saat ini 98 persen wilayah Banten telah memasuki musim hujan.

"Kondisi tersebut menyebabkan hujan berpotensi turun setiap hari selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026, dengan intensitas yang bervariasi mulai dari ringan hingga lebat," katanya.

BMKG menilai kondisi musim hujan tersebut meningkatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

Potensi Angin Kencang Hingga 45 Km per Jam

Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan adanya potensi angin kencang.

Kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai hingga 45 kilometer per jam.

Angin kencang tersebut berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Banten, terutama di bagian utara dan selatan.

Pengaruh Bibit Siklon 93S Tidak Langsung

Ana menjelaskan, meskipun Indonesia tidak terdampak langsung oleh bibit siklon tersebut, keberadaannya tetap memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Banten.

Ana menyebut, meskipun Indonesia tidak terdampak langsung, keberadaan bibit siklon tersebut mengubah pola sirkulasi udara dengan menarik massa udara basah ke wilayah selatan Pulau Jawa sehingga terjadi pengumpulan awan hujan.

Kondisi ini memperbesar peluang terbentuknya hujan dengan intensitas tinggi.

Curah Hujan Tinggi di Banten Bagian Selatan

BMKG mencatat dampak paling signifikan terjadi di wilayah selatan Banten.

"Fenomena ini secara spesifik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Banten bagian selatan, meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Serang bagian selatan," ujarnya.

Wilayah tersebut dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Imbauan Waspada Gelombang Tinggi dan Bencana Hidrometeorologi

Terkait kondisi perairan, BMKG mengimbau masyarakat yang akan melakukan penyeberangan laut maupun berwisata ke kawasan pesisir agar rutin memantau informasi cuaca terkini.

Imbauan tersebut disampaikan seiring adanya potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Banten.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di wilayah dengan daya serap tanah yang menurun akibat berkurangnya tutupan lahan atau kondisi hutan yang gundul.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang