Manfaat Telur untuk Tumbuh Kembang Anak, Sumber Protein Hewani Penting
Telur ayam merupakan makanan sederhana yang mudah ditemukan dan harganya relatif murah.
Namun, di balik kesederhanaannya, telur memiliki kandungan gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Ali Khomsan, menyebut telur bahkan kerap dijuluki sebagai “kapsul kehidupan” karena kandungan gizinya yang lengkap dan berkualitas.
“Telur itu kalau orang dulu mengatakan adalah kapsul kehidupan. Mengapa kapsul kehidupan? Proteinnya, kualitasnya sangat bagus,” ujarnya dalam press conference Program Pendampingan Gizi 2025 Nestle di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Protein merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk pada masa pertumbuhan anak.
Asupan protein yang cukup juga berperan dalam mendukung perkembangan berbagai fungsi tubuh.
Selain protein, telur juga mengandung berbagai vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah vitamin A yang berperan dalam menjaga kesehatan mata serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Dengan kombinasi zat gizi tersebut, telur dinilai dapat menjadi salah satu sumber pangan yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam masa pertumbuhan.
Mudah dikonsumsi anak
Selain memiliki kandungan gizi yang baik, telur juga dinilai memiliki keunggulan lain, yaitu mudah diterima oleh anak-anak.
Menurut Ali, anak-anak umumnya tidak mudah bosan mengonsumsi telur karena bahan makanan ini dapat diolah dengan berbagai cara.
“Telur itu relatif disukai oleh banyak anak-anak. Nyaris tidak ada bosannya anak makan telur karena variasi masakannya bisa berbeda-beda,” jelasnya.
Sumber protein yang relatif terjangkau
Nestle Indonesia menutup rangkaian Program Pendampingan Gizi 2025 di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Selain bergizi dan mudah dikonsumsi, telur juga dinilai sebagai sumber protein hewani yang relatif terjangkau dibandingkan beberapa sumber protein lainnya.
Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa bagi sebagian keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, akses terhadap pangan hewani masih menjadi tantangan.
“Telur itu sebenarnya murah, tetapi bagi sebagian masyarakat dengan kondisi ekonomi sulit, tetap tidak mudah untuk mendapatkannya,” katanya.
Maka dari itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi, termasuk protein hewani, dinilai perlu terus dilakukan agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dengan baik.
Digunakan dalam intervensi gizi anak
Selain dikonsumsi dalam menu sehari-hari, telur juga digunakan sebagai bagian dari intervensi gizi untuk anak berisiko stunting.
Dalam Program Pendampingan Gizi 2025 yang dilakukan oleh Nestle Indonesia, anak mendapatkan satu butir telur setiap hari yang dikombinasikan dengan susu untuk membantu memenuhi kebutuhan protein dan energi harian.
Program tersebut dilakukan melalui pendampingan keluarga serta pemantauan tumbuh kembang anak oleh kader di beberapa daerah.
Intervensi ini dijalankan secara konsisten selama enam bulan. Menurut Ali, durasi tersebut penting karena berbagai studi menunjukkan bahwa intervensi gizi yang dilakukan dalam jangka waktu cukup lama dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap perbaikan pertumbuhan anak.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekhawatiran terkait rendahnya konsumsi protein hewani pada sebagian anak, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang