Tumbuh Kembang Anak Terganggu Jangan-jangan Penyakit Jantung Bawaan, Kenali Tanda-tandanya
Tumbuh kembang anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan si kecil. Namun, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika berat badan anak sulit naik atau perkembangan anak terlihat lebih lambat dibandingkan teman seusianya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penyakit jantung bawaan.
Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, penyakit jantung bawaan dapat berdampak pada proses tumbuh kembang anak karena tubuh membutuhkan energi yang lebih besar untuk bekerja. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” jelas dr. Putri dalam keterangannya, dikutip Rabu 8 April 2026.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Penyakit jantung bawaan terjadi karena proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester kehamilan.
Namun pada penyakit jantung bawaan, proses ini dapat terganggu akibat adanya kelainan struktur pada jantung. Penyakit jantung bawaan dibagi menjadi 2 kelompok utama, antara lain:
1. PJB Non-Sianotik (Tidak Biru)
Jenis ini merupakan yang paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah yang beredar ke seluruh tubuh masih cukup baik sehingga anak tidak terlihat kebiruan. Salah satu contoh kondisi pada kelompok ini adalah defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD), dimana PJB terjadi karena adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan ruang-ruang jantung.
2. PJB Sianotik (Tipe Biru)
Jenis ini lebih serius karena terjadi percampuran darah yang rendah oksigen dengan darah yang kaya oksigen, sehingga darah yang dipompa ke tubuh menjadi kekurangan oksigen.
“Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” tambah dr. Putri.
Contoh penyakit jantung bawaan tipe sianotik antara lain Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar atau letak pembuluh darah tidak pada tempat seharusnya.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai
Gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi lahir, tetapi pada beberapa kasus baru terdeteksi ketika anak mulai bertambah usia.
Pada bayi, gejala yang dapat muncul antara lain:
● Bayi menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu
● Berat badan sulit naik (terhambatnya tumbuh kembang)
● Sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek berulang, mengalami infeksi paru atau pneumonia
● Bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan
Pada anak yang lebih besar, gejalanya dapat berupa:
● Mudah lelah saat bermain atau berolahraga
● Pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman sebaya
● Nyeri dada atau jantung berdebar
● Ujung jari tampak membulat (clubbing finger)
● Bibir dan ujung jari tampak kebiruan saat kelelahan
Langkah Diagnosis oleh Dokter
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanganan penyakit jantung bawaan. Untuk memastikan diagnosis secara akurat, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
● Auskultasi, mendengarkan suara jantung untuk mendeteksi bunyi tidak normal (murmur).
● Pulse Oximetry, mengukur kadar oksigen dalam darah, terutama penting pada bayi baru lahir.
● Elektrokardiogram (EKG), merekam aktivitas listrik jantung untuk melihat gangguan atau pembesaran ruang jantung.
● Rontgen Dada, menilai kondisi jantung dan paru, termasuk kemungkinan pembesaran jantung.
● Echocardiography (USG Jantung), pemeriksaan utama (gold standard) untuk melihat struktur jantung secara detail.
● CT Scan & MRI Jantung, memberikan gambaran lebih detail mengenai struktur dan fungsi jantung.
● Kateterisasi Jantung, mengevaluasi tekanan dalam ruang jantung dan membantu menentukan terapi.
Dengan pemeriksaan yang komprehensif, diagnosis dapat ditegakkan secara tepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Jika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan struktur jantung.
Bethsaida Hospital Gading Serpong melalui Heart & Vascular Center menghadirkan layanan jantung yang komprehensif dengan dukungan teknologi modern dan tim dokter berpengalaman.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan jantung yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari deteksi dini, diagnosis yang akurat, hingga penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien. Didukung oleh fasilitas medis yang modern serta tim dokter spesialis yang berpengalaman, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang optimal dan kualitas hidup yang lebih baik,” tutup dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.