Simak 6 Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Meraih Keberkahan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia saat memasuki fase akhir bulan suci Ramadhan. Malam ini dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana setiap amal ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
Berdasarkan keterangan Humas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Malam Lailatul Qadar adalah momentum spiritual besar bagi kaum Muslimin untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Keagungan malam ini pun telah termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr, yang menjelaskan turunnya para malaikat ke bumi dengan membawa keberkahan dan ketentuan dari Allah SWT hingga terbitnya fajar.
Kapan Waktu Terjadinya Malam Lailatul Qadar?
Meskipun tanggal pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT, para ulama sepakat bahwa Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari keutamaan malam mulia tersebut pada malam-malam ganjil, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
"Hikmah dari dirahasiakannya waktu pasti Malam Lailatul Qadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan," tulis keterangan resmi Humas BAZNAS, dikutip Selasa (10/3/2026).
6 Amalan Utama Meraih Keberkahan Lailatul Qadar
Untuk memaksimalkan potensi pahala yang setara dengan beribadah selama 83 tahun lebih, berikut adalah daftar amalan yang sangat dianjurkan:
1. Menghidupkan Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Melaksanakan shalat tarawih, tahajud, maupun witir secara konsisten menjadi kunci utama. Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memperketat ibadahnya pada sepuluh malam terakhir guna menjemput ampunan Allah SWT.
2. Tadarus Al-Qur’an
Mengingat Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam mulia ini, membaca, memahami, serta mentadabburi ayat-ayat suci menjadi amalan yang sangat relevan untuk memperkuat hubungan spiritual.
3. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA adalah memohon ampunan:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
4. Dzikir Mengingat Allah
Melafalkan tasbih, tahmid, dan takbir secara istiqamah dapat memberikan ketenangan hati dan menjaga fokus seorang Muslim dalam beribadah.
5. Meningkatkan Sedekah
Sedekah pada Malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang luar biasa. Bentuknya bisa berupa memberi makan orang yang berbuka puasa, menyantuni fakir miskin, atau menyalurkan bantuan melalui lembaga zakat terpercaya.
6. Iktikaf di Masjid
Iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan niat ibadah memungkinkan seseorang lebih fokus tanpa gangguan aktivitas duniawi. Ini adalah tradisi rutin yang dilakukan Nabi Muhammad SAW setiap akhir Ramadhan.
Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Meskipun ibadah tidak boleh terpaku hanya pada tanda-tanda fisik, beberapa riwayat menyebutkan ciri-ciri terjadinya malam mulia ini, di antaranya:
- Suasana malam yang terasa sangat tenang dan damai.
- Udara yang sejuk (tidak terlalu panas maupun dingin).
- Matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya yang lembut dan tidak terik.
Namun, Humas BAZNAS mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah sekadar mencari tanda, melainkan konsistensi dalam beribadah.
"Kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi kunci utama untuk meraih kemuliaan malam tersebut," pungkasnya.
Dengan menjalankan amalan-amalan di atas, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan maksimal dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa setelah bulan Ramadhan berakhir.