Doa Agar Bertemu Malam Lailatul Qadar, Catat Amalan Utama Ini di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Islam. Pada fase inilah terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
Karena kemuliaannya, kaum Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar agar tidak melewatkan kesempatan berharga tersebut.
Para ulama menjelaskan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan. Hikmahnya agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di penghujung Ramadhan, bukan hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Salah satu amalan terpenting yang diajarkan Rasulullah SAW adalah membaca doa khusus ketika berharap bertemu malam Lailatul Qadar. Berikut penjelasan lengkapnya sebagaimana dirangkum dari NU Online, Rabu, 4 Maret 2026.
Hadits tentang Doa Lailatul Qadar
Doa agar bertemu malam Lailatul Qadar bersumber dari pertanyaan Sayyidah Aisyah RA kepada Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan:
وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي
Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).
Hadits ini menjadi dasar utama doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Bacaan Doa Agar Bertemu Lailatul Qadar
Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah) Artinya,
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Doa ini memperlihatkan bahwa inti dari permohonan di malam Lailatul Qadar adalah ampunan. Sebab, sebesar apa pun amal yang dilakukan, seorang hamba tetap membutuhkan pengampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Mengapa Memohon Ampunan?
Lailatul Qadar bukan hanya tentang mengejar pahala yang berlipat ganda, tetapi juga momentum membersihkan diri dari dosa. Permohonan ampun menjadi prioritas karena dengan ampunan Allah, seorang hamba akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.
Selain membaca doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta bersedekah. Konsistensi dalam beribadah sejak malam ke-21 Ramadhan menjadi langkah terbaik agar tidak melewatkan kemuliaan malam tersebut.
Cara Mengoptimalkan 10 Malam Terakhir
Agar peluang bertemu Lailatul Qadar semakin besar, beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Menghidupkan malam dengan qiyamul lail
2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
3. Memperbanyak istighfar dan doa
4. Melakukan i’tikaf di masjid bagi yang mampu
5. Menjaga keikhlasan dan kekhusyukan dalam ibadah
Pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan kapan Lailatul Qadar terjadi. Namun dengan memperbanyak doa agar bertemu malam Lailatul Qadar serta menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, seorang Muslim telah menempuh jalan terbaik untuk meraih keutamaannya.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut dan menerima seluruh amal ibadah kita.