Wajib Tahu! Niat Mandi Sunnah Idul Fitri dan Tata Caranya

Ilustrasi mandi.
Ilustrasi mandi.

Hari raya Idul Fitri bukan hanya menjadi momentum kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi waktu untuk menyempurnakan amalan dengan berbagai ibadah sunnah. Umat Islam dianjurkan menyambut hari raya dengan penuh kesiapan lahir dan batin, termasuk menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari syiar Islam.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah mandi sunnah. Amalan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan tubuh, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang mendalam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melakuka mandi sunnah diharapkan dapat membuat seorang muslim tampil dalam kondisi terbaik saat menghadap Allah SWT di hari yang penuh berkah tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 20 Maret 2026.

Anjuran Mandi Sunnah Idul Fitri

Mandi sunnah pada hari raya telah dijelaskan oleh para ulama, salah satunya oleh Imam al-Ghazali dalam karyanya. Beliau menyebutkan pentingnya mandi pada pagi hari Idul Fitri sebagaimana berikut:

والاغتسال في صبيحة يومه

Artinya, “Mandi pagi di hari itu (Hari Id).”

Mandi yang dimaksud bukan sekadar mandi biasa, melainkan mandi yang dilakukan dengan mengguyur seluruh tubuh, mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan kebersihan fisik sebagai bentuk kesiapan menyambut hari raya.

Waktu Pelaksanaan Mandi Sunnah

Waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri cukup fleksibel. Anda dapat melakukannya pada pagi hari sebelum berangkat shalat Id, baik sebelum maupun setelah shalat Subuh. Namun, sebagian ulama juga menjelaskan bahwa waktu mandi sunnah sudah dimulai sejak tengah malam.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri:

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya, “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.”

Meski demikian, waktu yang paling utama adalah setelah terbit fajar hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Fitri

Sebelum melaksanakan mandi sunnah, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat. Lafal niat ini penting sebagai pembeda antara mandi biasa dan mandi yang bernilai ibadah. Berikut adalah bacaan niat mandi sunnah Idul Fitri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

(Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ)

Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Idul Adha/Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah ta’ala.”

Lafal niat ini cukup singkat dan mudah dihafalkan, sehingga dapat diamalkan oleh siapa saja.

Mandi sunnah tidak hanya bertujuan untuk kebersihan fisik, tetapi juga memiliki makna simbolis. Dengan membersihkan diri, seorang Muslim diharapkan memasuki hari raya dalam keadaan suci, baik secara lahir maupun batin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, mandi sunnah juga menjadi bagian dari upaya menampakkan kebahagiaan di hari raya. Dalam Islam, hari Idul Fitri memang dianjurkan untuk dirayakan dengan penuh kegembiraan, selama tetap dalam batas syariat.

Itu dia bacaan niat, waktu, dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri. Meskipun hukumnya sunnah, amalan ini memiliki keutamaan yang besar dalam menyempurnakan ibadah di hari raya. Sebab itu, tidak ada salahnya untuk menjadikannya sebagai bagian dari persiapan menyambut Idul Fitri.