Ini Tanda-Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Ilustrasi lailatul qadar
Ilustrasi lailatul qadar

Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan berbagai keutamaan ibadah. Pada bulan inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, mulai dari salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa.

Salah satu momen paling istimewa dalam Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar. Malam ini diyakini sebagai malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan harapan dapat meraih keberkahan malam tersebut.

Makna Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an

Mengutip dari situs NU Online, Senin, 9 Maret 2026, keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Qadar. Salah satu ayatnya berbunyi:

"Wa ma adraka ma lailatul qadar"

Artinya: "Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ungkapan wa ma adraka dalam Al-Qur’an biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa yang sangat agung dan dahsyat. Hal ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT.

Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai anugerah khusus dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan ini tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Para ulama juga sepakat bahwa Lailatul Qadar hadir setiap tahun, khususnya pada bulan Ramadhan.

Mengapa Lailatul Qadar Diberikan kepada Umat Nabi Muhammad?

Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Lailatul Qadar diberikan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Hal ini berkaitan dengan usia umat Islam yang relatif lebih pendek dibandingkan umat terdahulu.

Para sahabat pernah bertanya bagaimana umat Nabi Muhammad dapat menyamai banyaknya amal umat sebelumnya yang hidup jauh lebih lama. Sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilai ibadahnya setara dengan ibadah selama seribu bulan atau lebih dari 83 tahun.

Anjuran Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan

Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan kesungguhan dalam beribadah pada waktu tersebut.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya, “Bila masuk 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya, “Carilah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari).

Dari hadits tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa kemungkinan Lailatul Qadar berada pada malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar

Banyak umat Islam berharap dapat merasakan keberkahan Lailatul Qadar. Dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq, ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Jilani menjelaskan beberapa tanda seseorang yang mendapatkan malam kemuliaan tersebut.

Beliau menuliskan:

يل إن جبريل عليه السلام إذا نزل من السماء ليلة القدر لا يدع احدا من الناس الا سلم عليه وصافحه

Artinya, “Dikatakan bahwa malaikat Jibril as, ketika turun dari langit pada malam Lailatul Qadar, tidak akan membiarkan seorang manusia pun kecuali akan mengucapkan salam dan menjabat tangannya.” (Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq,[Beirut, Darul Kutub Al- Ilmiyah], juz II, halaman 23)

Namun karena malaikat Jibril adalah makhluk gaib, manusia tentu tidak dapat melihat secara langsung proses tersebut. Oleh karena itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani juga menjelaskan tanda-tanda yang bisa dirasakan oleh seseorang ketika mendapatkan salam dari malaikat Jibril.

Beliau menjelaskan:

وعلامة ذلك اقشعرر جلده و ترقيق قلبه و تدميع عينيه

Artinya, “Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran.” (Al-Jilani, II/23)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut penjelasan tersebut, seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan getaran pada kulitnya, hati yang menjadi sangat lembut, serta tangisan yang mengalir tanpa disadari. Tangisan tersebut dapat dimaknai sebagai rasa bahagia karena memperoleh anugerah besar dari Allah sekaligus rasa takut (khauf) kepada-Nya.

Tanda-tanda ini menunjukkan perubahan spiritual yang mendalam dalam diri seseorang. Hatinya menjadi lebih bijaksana, lebih mudah tersentuh oleh kebaikan, serta semakin dekat dengan Allah SWT.