Jafar/Felis Keluhkan Nasib Apes Ganda Campuran Indonesia di Swiss Open
Ganda campuran Indonesia mengalami situasi yang kurang menguntungkan di Swiss Open 2026.
Total empat pasangan yang dikirim ke Swiss Open 2026 harus tergabung menjadi satu di bagan bawah. Dipastikan mereka saling bentrok untuk bisa lanjut ke final.
Ganda campuran Indonesia di Swiss Open terdiri dari dua unggulan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Kemudian, ada lagi dua pasangan non-unggulan yaitu Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana.
Kebetulan seluruhnya masuk ke dalam bagan yang sama. Adnan/Indah dan Dejan/Bernadine bahkan langsung berduel di babak pertama kemarin.
Hasilnya, Adnan/Indah dengan berat hati melangkah ke babak 16 besar usai mengalahkan Dejan/Bernadine dengan skor 21-18, 21-14, Rabu (11/3/2026).
"Pertandingan ini lebih kepada siapa yang lebih siap itulah pemenangnya karena kami sudah sama-sama tahu," cetus Indah Cahya Sari Jamil.
Hanya Satu Pasangan yang Bisa ke Final
Belum berhenti di situ, bentrok sesama Indonesia kemungkinan juga bakal terjadi di perempat final dan semifinal Swiss Open 2026.
Di babak 16 besar, tiga pasangan masih berjuang masing-masing. Jafar/Felisha menghadapi Jimmy Wong/Lai Pei Jing asal Malaysia.
Lalu, Amri/Nita berjumpa Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh (Taiwan) dan Adnan/Indah melawan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan).
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berpose bareng rekan senegara, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di All England 2026.
Jika ketiganya menang, Duel Merah-Putih melibatkan Jafar/Felisha vs Amri/Nita di perempat final Swiss Open 2026.
Skenario lanjutan kembali muncul di semifinal bila Adnan/Indah mampu mengalahkan lawannya di perempat final.
Salah satu dari Jafar/Felisha atau Amri/Nita akan menghadapi Adnan/Indah. Di sinilah nanti Indonesia bisa memastikan satu tempat di final ganda campuran.
Keluhan Jafar Hidayatullah
Tergabungnya seluruh pasangan ganda campuran Indonesia dalam satu bagan mengundang reaksi dari Jafar Hidayatullah.
Dia menyayangkan hasil undian semacam ini karena menutup peluang terciptanya All Indonesian Finals ganda campuran.
"Memang cukup merugikan ketika semua ganda campuran Indonesia berada di bagan bagian bawah," kata Jafar Hidayatullah dalam keterangan tertulis PBSI.
"Harusnya ada yang di atas juga daripada mennumpuk di bawah, sayang kan. Siapa tahu bisa all final, tapi ini cuma satu yang bisa masuk final," tukasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang