Tips Nonton Festival Lampion Waisak di Borobudur, Jangan Sampai Saltum!

Tips Nonton Festival Lampion Waisak di Borobudur, Jangan Sampai Saltum!, 1. Pahami Perbedaan Tiket "Nonton" dan "Melepas" Lampion, 2. Wajib Pakai Baju Putih dan Sopan, 3. Gunakan Transportasi Umum atau Ojek Lokal, 4. Hormati Prosesi Keagamaan (Jaga Ketenangan), 5. Bawa Jaket, 6. Sabar Saat Bubaran AcaraMagelang

Festival Lampion di Candi Borobudur telah dikonfirmasi dan siap menjadi atraksi puncak yang paling dinanti. Kamu yang mau nonton wajib baca tips ini biar tidak hilang arah.

Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kembali digelar sebagai salah satu puncak perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE pada hari Minggu 31 Mei 2026.

Berikut 6 tips menikmati Festival Lampion di Cnadi Borobudur

1. Pahami Perbedaan Tiket "Nonton" dan "Melepas" Lampion

Pihak panitia biasanya menyediakan dua kategori tiket yang berbeda. Jika membeli tiket Pelepas Lampion, maka kamu akan mendapatkan akses ke area dalam (ring 1) lapangan utama untuk menerbangkan lampion bersama kelompok.

Sementara tiket Penonton hanya diperbolehkan melihat dan memotret dari area luar pagar pembatas yang sudah ditentukan.

Pastikan kamu mengecek kembali jenis tiket yang beli agar ekspektasi sesuai dengan regulasi di lapangan. Jangan memaksakan diri masuk ke area pelepasan jika hanya memegang tiket penonton, demi menjaga kelancaran ritual ibadah umat Buddha.

2. Wajib Pakai Baju Putih dan Sopan

Karena acara ini merupakan rangkaian ibadah hari besar keagamaan, pengunjung diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang sopan (menutup bahu dan lutut) dan berwarna putih polos. Menggunakan pakaian berwarna mencolok atau terlalu terbuka akan membuat kamu terlihat salah kostum, tidak menghormati kesakralan acara, bahkan bisa dilarang masuk oleh petugas keamanan.

Selain mematuhi aturan, pakaian putih juga akan terlihat sangat indah dan estetis saat terkena pendaran cahaya lampion di malam hari. Pertimbangkan juga untuk memakai celana panjang yang longgar serta alas kaki yang empuk karena Anda akan banyak berjalan dan lesehan di rumput.

3. Gunakan Transportasi Umum atau Ojek Lokal

Kemacetan di sekitar kawasan Candi Borobudur saat malam Waisak selalu berada di tingkat yang ekstrem. Jika kamu membawa kendaraan pribadi (mobil atau motor), kamu akan kesulitan mencari tempat parkir resmi, dan risiko terjebak macet total selama berjam-jam saat bubaran acara sangat tinggi.

Solusi terbaik adalah menggunakan transportasi umum atau menginap di sekitar kawasan Borobudur. Jika kamu datang dari arah Magelang atau Yogyakarta, kamu bisa memarkir kendaraan agak jauh dari area candi, lalu memanfaatkan jasa ojek lokal atau dokar untuk mencapai gerbang masuk.

4. Hormati Prosesi Keagamaan (Jaga Ketenangan)

Perlu diingat dengan bijak bahwa pelepasan lampion di Borobudur adalah rangkaian penutupan ibadah Hari Raya Waisak, bukan sekadar festival hiburan. Oleh karena itu, sangat dilarang untuk membuat kegaduhan, bercanda berlebihan, atau berteriak-teriak saat lampion mulai diterbangkan.

Saat biksu sedang memimpin doa atau meditasi sebelum pelepasan, usahakan untuk ikut hening. Matikan lampu kilat (flash) kamera karena selain mengganggu kekhusyukan umat yang beribadah, kilatan lampu tersebut juga akan merusak estetika pendaran cahaya alami lampion.

5. Bawa Jaket

Meskipun siang hari di Magelang cenderung panas, area pelataran Candi Borobudur pada tengah malam hingga dini hari bisa menjadi sangat dingin dan berangin kencang. Angin ini pula yang terkadang menjadi tantangan terbesar saat prosesi menyalakan sumbu lampion.

Kenakan jaket/syal putih sebagai cadangan. Membawa minyak angin di dalam tas kecil juga sangat membantu untuk menjaga tubuh tetap hangat selama menunggu momen pelepasan.

6. Sabar Saat Bubaran Acara

Festival biasanya baru selesai sekitar pukul 11 malam atau bahkan dini hari. Dengan jumlah massa yang mencapai belasan ribu orang, proses keluar dari area candi menuju tempat parkir atau jalan raya akan memakan waktu yang cukup lama dan menguras emosi jika Anda tidak sabar.

Jangan terburu-buru ikut berdesakan di pintu keluar begitu lampion terakhir terbang. Duduklah santai terlebih dahulu di sekitar pelataran selama 20-30 menit sambil menikmati sisa-sisa pemandangan langit malam Borobudur, biarkan kerumunan utama terurai terlebih dahulu agar perjalanan pulang lebih aman.