Mengalami Gejala Nyeri di Dada, Penyakit Jantung atau Cuma Asam Lambung? Kenali Perbedaan Gejalanya

Ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi serangan jantung

Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada sering kali langsung dikaitkan dengan gangguan jantung. Reaksi ini wajar karena penyakit jantung, terutama serangan jantung, memang merupakan kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. 

Namun, tidak semua nyeri dada berasal dari jantung. Salah satu penyebab yang paling sering menimbulkan gejala serupa adalah GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.

Masalahnya, letak kerongkongan dan jantung yang berdekatan membuat gejalanya kerap terasa mirip. Banyak orang panik mengira terkena serangan jantung, padahal yang terjadi adalah gangguan pencernaan. 

Sebaliknya, ada juga yang menganggap hanya maag biasa padahal sebenarnya mengalami masalah jantung. Karena itu, memahami perbedaan gejala GERD dan penyakit jantung sangat penting agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat dan tidak menunda penanganan medis saat dibutuhkan.

Melansir dari MayoClinic, berikut penjelasan detail mengenai perbedaan gejala keduanya.

1. Perbedaan jenis dan sensasi nyeri dada

Pada GERD, nyeri dada biasanya digambarkan sebagai rasa terbakar, perih, atau panas di area dada bagian tengah hingga ulu hati. Sensasi ini sering disebut heartburn. Rasa tidak nyaman bisa naik ke arah tenggorokan dan terkadang meninggalkan rasa asam atau pahit di mulut.

Sementara pada penyakit jantung, nyeri dada lebih sering terasa seperti tekanan berat, diremas, ditindih, atau sesak. Bukan sekadar panas, tetapi seperti ada beban besar di dada. Rasa ini bisa sangat intens dan menimbulkan perasaan terancam.

2. Perbedaan pemicu munculnya gejala

Gejala GERD umumnya berkaitan erat dengan pola makan. Keluhan sering muncul setelah makan banyak, mengonsumsi makanan berlemak atau pedas, minum kopi, atau saat Anda langsung berbaring setelah makan. Posisi tubuh sangat memengaruhi, misalnya saat membungkuk atau tidur telentang, keluhan bisa memburuk.

Sebaliknya, gejala penyakit jantung sering muncul tiba tiba dan tidak selalu berhubungan dengan makanan. Keluhan bisa muncul saat aktivitas fisik, stres emosional, atau bahkan saat istirahat. Perubahan posisi tubuh biasanya tidak banyak memengaruhi rasa nyeri.

3. Lokasi dan penyebaran rasa nyeri

Pada GERD, nyeri cenderung terlokalisasi di dada bagian tengah atau ulu hati. Walau bisa terasa menjalar ke tenggorokan, umumnya tidak menyebar jauh ke bagian tubuh lain.

Pada gangguan jantung, nyeri dada sering menjalar ke lengan kiri, kedua lengan, leher, rahang, bahu, atau punggung. Pola penjalaran ini merupakan tanda khas yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan saraf yang terhubung dengan jantung.

4. Gejala penyerta yang membedakan

GERD sering disertai keluhan pencernaan lain seperti perut kembung, sering bersendawa, regurgitasi atau naiknya makanan dan asam lambung ke mulut, sulit menelan, serta batuk kronis atau suara serak.

Penyakit jantung memiliki gejala penyerta yang lebih sistemik. Anda bisa mengalami sesak napas, keringat dingin, mual atau muntah, pusing, rasa ingin pingsan, serta kelelahan ekstrem tanpa sebab jelas. Kombinasi nyeri dada dengan gejala ini merupakan tanda bahaya.

5. Respons terhadap obat dan perubahan posisi

Keluhan GERD sering membaik setelah minum obat antasida atau obat lambung, serta saat Anda berdiri atau duduk tegak. Menghindari makanan pemicu juga membantu mengurangi gejala.

Nyeri akibat penyakit jantung umumnya tidak membaik dengan obat lambung. Rasa nyeri bisa menetap lebih dari beberapa menit, hilang timbul, atau makin memburuk. Perubahan posisi tubuh biasanya tidak memberikan perbaikan berarti.

Kapan Anda harus segera mencari pertolongan medis? 

Jika Anda mengalami nyeri dada yang terasa berat, menjalar ke lengan atau rahang, disertai sesak napas, keringat dingin, atau pusing, jangan menganggapnya sebagai masalah lambung. Segera cari bantuan medis darurat. Lebih baik melakukan pemeriksaan dan ternyata bukan masalah jantung, daripada menunda dan berisiko fatal.

Memahami perbedaan gejala GERD dan penyakit jantung membantu Anda lebih waspada tanpa panik berlebihan. Namun, diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan tenaga medis. Dengarkan tubuh Anda, dan jangan abaikan tanda yang terasa tidak biasa atau lebih berat dari biasanya.