Cerita Mentan Amran Alami Vertigo dan Asam Lambung demi Wujudkan Swasembada Beras

Prabowo Subianto, swasembada beras, Cerita Mentan Amran Alami Vertigo dan Asam Lambung demi Wujudkan Swasembada Beras

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku sempat mengalami vertigo dan asam lambung demi mengejar target swasembada beras.

Hal tersebut diungkapkan Amran saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Amran menegaskan, percepatan swasembada beras dari target empat tahun menjadi tiga, bahkan satu tahun merupakan tantangan besar yang harus dijawab bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan lintas sektor.

"Di saat (target swasembada beras) menjadi satu tahun, Alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung, hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali," ujar Amran dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Ia menekankan, terwujudnya swasembada beras bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi antarkementerian dan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto dalam mengonsolidasikan sektor pertanian, perikanan, dan pangan secara terintegrasi.

"Kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Tadi, Bapak (Presiden Prabowo) janji empat tahun, kemudian berubah tiga tahun, kemudian satu tahun," beber Amran.

Amran menyampaikan keadaannya berangsur pulih setelah mengalami vertigo dan asam lambung. 

Ia berkomitmen untuk tetap menjaga ritme kerja untuk mengawal program prioritas ketahanan pangan nasional.

Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan, bukan hanya dalam jangka pendek.

"Hari ini, bahagia bagi saya. Bahagia, saya senang sekali, dan saya melihat tadi, penuh harapan, penuh keyakinan. Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa swasembada pangan, hari ini kita buktikan kita swasembada pangan," kata Presiden Prabowo dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

"Sekarang, setelah kita swasembada pangan, saya dengar lagi, 'Oh iya swasembada pangannya paling 1-2 tahun. Gak apa-apa, tiap tahun kita buktikan, swasembada, swasembada, swasembada, swasembada!'," sambungnya.

Prabowo juga menambahkan pemerintah akan mendorong produksi besar-besaran sumber protein hewani, baik dari sektor peternakan maupun perikanan, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Untuk diketahui, Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dari target empat tahun menjadi satu tahun.

Swasembada beras dicapai setelah cadangan beras Indonesia mencapai 3 juta ton pada 2026.

Prabowo juga memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para menteri hingga petani yang sudah berjibaku mewujudkan swasembada beras.

Tak lupa, ia mengucapkan terma kasih kepada para menteri dan petani yang memiliki kontribusi besar.

Para menteri dan petani, kata Prabowo, mampu memperkuat rasa percaya diri bangsa Indonesia lewat capaian di sektor pangan.

"Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda, izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan," kata Presiden Prabowo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang