Lagi Radang Tenggorokan, Hindari 7 Makanan dan Minuman Ini
Salah satu sakit yang sering datang pada musim hujan seperti sekarang ini adalah radang tenggorokan.
Meski terasa sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Selain istirahat dan hidrasi, pilihan makanan ternyata berperan besar dalam mempercepat pemulihan atau justru memperburuk kondisi.
Menurut ahli diet terdaftar Samantha Peterson, MS, RD, makanan yang kita konsumsi dapat membantu meredakan peradangan atau malah mengiritasi jaringan tenggorokan yang sensitif.
Karena itu, penting untuk menghindari makanan tertentu yang bisa memperburuk keluhan radang tenggorokan.
Jangan konsumsi 7 makanan ini saat radang tenggorokan
Berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika tenggorokan sedang sakit, beserta alternatif yang lebih aman.
1. Makanan asam
Makanan dan minuman asam seperti jus jeruk, lemonade, tomat, serta saus berbasis tomat dapat meningkatkan rasa perih pada tenggorokan yang sudah meradang. Menurut Peterson, keasaman jenis makanan ini membuat sensasi terbakar semakin parah.
Ilustrasi jus jeruk. Salah satu cara mengolah serabut putih pada jeruk adalah dengan membuatnya menjadi jus bersama daging buah jeruk.
Alternatif yang dianjurkan: buah lembut seperti pisang, pepaya, atau mangga, yang lebih ramah bagi tenggorokan.
2. Makanan pedas
Saat tenggorokan sakit, makanan pedas justru bisa memperburuk iritasi, terutama jika radang disertai batuk.
Ilustrasi sambal rampai.
Meski kadang menggugah selera, sambal dan hidangan super pedas sebaiknya dihindari terlebih dulu.
Jika tetap ingin makan pedas: kurangi level kepedasan pada sup atau kuah yang Anda konsumsi sampai kondisi membaik.
3. Makanan renyah dan kering
Pretzel, kerupuk, crackers, atau roti panggang bisa menggores tenggorokan yang sedang bengkak.
Ilustrasi kerupuk dari nasi sisa semalam.
Tekstur kasarnya diibaratkan Peterson seperti “kertas amplas” bagi jaringan yang sedang meradang.
Pilihan lebih aman: bubur oat dengan madu, sup hangat, mashed sweet potato, atau smoothie lembut yang mudah ditelan.
4. Makanan dan minuman terlalu panas
Minum teh atau kuah panas memang terasa melegakan sesaat, tetapi suhu yang terlalu tinggi dapat membakar tenggorokan dan memperparah radang. Pilihlah minuman hangat, bukan panas.
Ilustrasi teh panas
Alternatif: teh hangat, sup hangat, es serut atau minuman dingin seperti smoothie juga bisa membantu mengurangi peradangan.
5. Alkohol
Bertentangan dengan anggapan sebagian orang, alkohol tidak membunuh bakteri penyebab radang. Justru, alkohol dapat mengiritasi tenggorokan, melemahkan sistem imun, dan membuat tubuh semakin dehidrasi.
Pengganti yang dianjurkan: air putih, teh hangat, smoothie, atau kaldu hangat.
6. Makanan tinggi produk olahan susu
Beberapa orang mengalami peningkatan produksi lendir setelah mengonsumsi produk susu, baik dingin seperti es krim maupun panas seperti saus krim. Kondisi ini dapat memperburuk rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Ilustrasi es krim.
Alternatif: smoothie dingin berbahan susu almond, santan, atau yogurt kelapa yang tidak memicu penebalan lendir.
7. Minuman berkafein
Kafein bersifat diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi. Tenggorokan yang kering akan terasa lebih sakit.
Ilustrasi kopi. Minum kopi sambil makan singkong rebus bisa memengaruhi penyerapan zat besi dan pencernaan.
Selain itu, kafein dapat mengganggu tidur, padahal kualitas tidur sangat penting untuk pemulihan.
Rekomendasi ahli: teh herbal seperti chamomile, licorice root, marshmallow root, atau slippery elm, ditambah sedikit madu untuk efek antimikroba dan menenangkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang