Ngeri! Studi Baru Ungkap Kemasan Plastik Bisa Lepaskan Ribuan Ton Mikroplastik ke Makanan dan Minuman

Mikroplastik.
Mikroplastik.

Kemasan plastik yang digunakan sehari-hari ternyata dapat melepaskan mikroplastik langsung ke makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia. Temuan ini terungkap dalam laporan global terbaru yang menyoroti jalur paparan mikroplastik dari kemasan pangan.

Laporan berjudul From Pack to Plate diterbitkan oleh Earth Action bersama rePurpose Global. Penelitian tersebut memperkirakan kemasan plastik melepaskan sekitar 1.000 metrik ton atau sekitar 1.100 ton mikroplastik ke makanan dan minuman setiap tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah tersebut disebut setara dengan berat lebih dari 600 mobil. Peneliti menyebut, paparan mikroplastik dari kemasan makanan selama ini masih kurang diperhitungkan. Padahal, partikel plastik kecil itu dapat masuk langsung ke tubuh manusia melalui aktivitas makan dan minum sehari-hari.

Menurut laporan tersebut, rata-rata konsumen dapat menelan sekitar 130 miligram mikroplastik per tahun dari kemasan pangan. Sementara orang yang lebih sering mengonsumsi produk kemasan diperkirakan bisa terpapar lebih dari satu gram per tahun.

Penelitian menemukan pelepasan partikel plastik dipengaruhi jenis material kemasan, desain produk, hingga cara penggunaan di kehidupan sehari-hari. Bagian seperti tutup botol, penutup kemasan, dan kemasan dengan banyak komponen disebut dapat menciptakan gesekan yang meningkatkan pelepasan partikel plastik.

Paparan panas juga memperburuk kondisi tersebut. Memanaskan makanan dalam microwave menggunakan wadah plastik, proses pengisian panas, hingga paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet disebut dapat meningkatkan pelepasan mikroplastik.

Botol plastik PET menjadi penyumbang terbesar paparan mikroplastik dari kemasan pangan, yakni sekitar sepertiga dari total paparan. Setelah itu disusul wadah makanan PET kaku dan kemasan fleksibel berbahan polyethylene.

Head of Research sekaligus Co-CEO Earth Action, Julien Boucher, mengatakan temuan ini menunjukkan adanya jalur langsung paparan mikroplastik terhadap manusia melalui makanan dan minuman sehari-hari.

“Temuan ini menunjukkan jalur langsung paparan terhadap manusia melalui aktivitas makan dan minum sehari-hari, dan hal ini seharusnya diperlakukan sebagai isu keamanan pangan yang nyata, bukan hanya persoalan lingkungan,” kata Boucher, sebagaimana dikutip dari The Cool Down, Senin, 18 Mei 2026.

Sebagian besar partikel yang ditemukan berukuran lebih kecil dari 150 mikrometer. Ukuran tersebut dinilai cukup kecil untuk melewati beberapa penghalang biologis di tubuh manusia dan berinteraksi dengan organ tubuh dengan cara yang masih terus dipelajari ilmuwan.

Selain partikel fisik, peneliti juga menyoroti kandungan kimia dalam plastik. Beberapa zat dalam plastik diketahui berkaitan dengan gangguan hormon dan peningkatan risiko kanker.

Laporan itu menyebut konsumsi mikroplastik dan nanoplastik juga dapat menyebabkan paparan bahan kimia berbahaya secara bersamaan. Menurut penelitian, paparan 100 hingga 200 miligram mikroplastik dan nanoplastik dapat berkaitan dengan sekitar 50 miligram paparan bahan kimia.

Namun hingga kini, aturan keamanan pangan di berbagai negara dinilai masih lebih fokus pada zat kimia yang larut dari plastik dibanding pelepasan partikel fisik mikroplastik itu sendiri. Karena itu, kebiasaan sehari-hari seperti memanaskan makanan dalam wadah plastik atau berulang kali membuka dan menutup kemasan disebut bisa berdampak lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang.

Meski begitu, peneliti menyebut masalah ini sebenarnya dapat dicegah. Mereka menemukan hanya sejumlah kecil jenis kemasan yang menjadi penyumbang terbesar paparan mikroplastik, sehingga perubahan desain dinilai dapat memberikan dampak signifikan.

Laporan tersebut mendorong industri untuk mendesain ulang bagian kemasan yang mudah menimbulkan gesekan, mengurangi paparan sinar ultraviolet saat distribusi dan penyimpanan, serta melakukan pengujian kemasan dalam kondisi penggunaan nyata seperti pemanasan dan penggunaan berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Regulator juga diminta mulai memperlakukan pelepasan partikel plastik sebagai isu keamanan pangan, bukan sekadar persoalan lingkungan. 

Sementara bagi konsumen, peneliti menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan jika memungkinkan, menghindari memanaskan makanan dalam wadah plastik, serta menggunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel untuk makanan dan minuman panas. Memilih makanan segar atau produk dengan kemasan minimal juga dinilai dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik sehari-hari.