Pakar Gizi Ingatkan Bahaya di Balik Opor dan Sambal Goreng Ati, Penderita Asam Urat Harus Waspada

asam urat, Lebaran, sambal goreng ati, opor, hipertensi, Pakar Gizi Ingatkan Bahaya di Balik Opor dan Sambal Goreng Ati, Penderita Asam Urat Harus Waspada, 1. Kontrol napsu makan, 2. Imbangi dengan sayur dan buah-buahan, 3. Jangan terus-terusan berada di dekat meja makan, 4. Sempatkan olahraga ringan

Pakar gizi klinik sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tirta Prawita Sari mengingatkan agar penderita asam urat lebih berhati-hati di momen Lebaran.

Hal ini lantaran ada risiko yang bisa dihadapi pasien asam urat saat menyantap makanan khas Lebaran seperti sambal goreng ati dan juga opor.

"Penderita asam urat yang mengonsumsi sambal goreng ati, yang padat purin, rentan mengalami serangan gout (salah satu radang sendi) akut, terutama bila kurang minum air putih," katanya, dilansir dari Antara, Jumat.

Tirta mengatakan, dalam sekali makan sajian khas Lebaran berupa ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan beberapa keping nastar mengandung sekitar 1.390 kkal, hampir setara total kebutuhan kalori harian sebagian orang dewasa.

Lebih dari 60 persen kalorinya berasal dari lemak jenuh santan.

"Sementara kandungan sodiumnya mencapai sekitar 2.035 mg, nyaris menyentuh batas harian yang direkomendasikan WHO sebesar 2.000 mg, hanya dari satu kali makan," ujarnya.

Adapun serat yang tersedia hanya sekitar lima gram, jauh di bawah kebutuhan 25–30 gram per hari.

Jalur metabolik utama mendapat tekanan bersamaan

Menurut Tirta, yang mengkhawatirkan adalah, hampir semua jalur metabolik utama akan mendapat tekanan dalam waktu bersamaan.

"Ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik sangat tinggi (85–90) sehingga gula darah melonjak cepat," kata dia.

Sedangkan lemak jenuh dari santan mengganggu kerja hormon insulin. Sementara sodium dari bumbu dan kuah meningkatkan tekanan darah secara akut.

"Belum lagi minimnya serat tidak mampu memperlambat laju penyerapan semua zat tersebut," paparnya.

Tirta mengatakan, pasien tekanan darah tinggi atau hipertensi berisiko mengalami kenaikan tekanan darah sistolik 5–10 mmHg dalam hitungan jam akibat beban sodium.

Di sisi lain, pasien penyakit ginjal kronis (CKD) pun perlu ekstra waspada, karena satu kali makan menu Lebaran sudah melampaui batas sodium yang diperbolehkan.

Selain itu, menu Lebaran juga mengandung fosfor dan kalium yang berbahaya bagi ginjal yang sudah terganggu.

“Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol bahaya sekaligus (gula, lemak, garam dan asam urat) dalam satu waktu. Itulah yang membuat risiko metaboliknya sangat nyata, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu," kata Tirta.

Cara aman menyantap menu Lebaran

asam urat, Lebaran, sambal goreng ati, opor, hipertensi, Pakar Gizi Ingatkan Bahaya di Balik Opor dan Sambal Goreng Ati, Penderita Asam Urat Harus Waspada, 1. Kontrol napsu makan, 2. Imbangi dengan sayur dan buah-buahan, 3. Jangan terus-terusan berada di dekat meja makan, 4. Sempatkan olahraga ringan

Ilustrasi hidangan lebaran, cheating day saat lebaran.

Dilansir dari Times of India, banyak orang cenderung gelap mata saat tersedia banyak hidangan di meja makan.

Agar kondisi kesehatan tetap terjaga, lakukan langkah berikut ini:

1. Kontrol napsu makan

Anda perlu mengontrol nafsu makan agar berat badan tidak melonjak setelah puasa karena makan berlebihan.

Caranya adalah dengan makan penuh kesadaran. Dengan menjaga kesadaran mengenai kebutuhan asupan, Anda bisa terhindar dari makan berlebihan.

Menurut Kemenkes, baiknya menu lebaran hanya dimakan sekali saja.

2. Imbangi dengan sayur dan buah-buahan

Saat Lebaran, biasanya tersedia banyak camilan tinggi gula dan kalori seperti nastar dan kastengel. Untuk mengimbanginya, jangan lupa makan serat dari sayur dan buah-buahan.

Sayur-sayuran yang tinggi serat dapat mencegah makan berlebihan. Sedangkan buah-buahan dapat mengontrol keinginan mengonsumsi asupan manis dessert dan es buah.

3. Jangan terus-terusan berada di dekat meja makan

Setelah makan dan menikmati sajian menu lebaran, segera beranjak dan tinggalkan meja makan.

Ketika perut sudah terasa penuh, seharusnya otak bisa mengirimkan sinyal untuk berhenti makan. Tapi, duduk di dekat makanan bisa mengaburkan sinyal rasa kenyang dan membuat Anda terus-terusan ingin makan.

4. Sempatkan olahraga ringan

Olahraga bisa membuat tubuh terasa bugar, bahagia, dan rileks. Olahraga juga membantu tubuh mengeluarkan hormon bahagia yang berdampak positif untuk suasana hati.

Selain itu, olahraga juga dapat mengontrol pola makan.

Jadi di sela-sela merayakan Lebaran, sempatkan olahraga ringan setidaknya 30 menit di pagi atau sore hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang