Top 10+ Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari Sebelum Naik Pesawat
Perjalanan udara kini menjadi salah satu moda transportasi favorit banyak orang, terutama karena efisiensi waktu dan kenyamanan. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari bahwa apa yang dikonsumsi sebelum naik pesawat dapat sangat memengaruhi kondisi tubuh selama berada di kabin.
Perut kembung, mual, hingga cepat lelah sering muncul akibat pilihan makanan dan minuman yang keliru. Tekanan kabin yang berubah, udara yang kering, hingga postur duduk yang terbatas membuat tubuh bekerja lebih keras dari biasanya.
Di kondisi seperti ini, beberapa jenis makanan dan minuman justru memperburuk rasa tidak nyaman. Padahal, keputusan kecil sebelum boarding bisa membuat perjalanan jauh lebih nyaman dan rileks.
Inilah daftar 10 makanan dan minuman yang perlu dihindari sebelum naik pesawat terbang. Penasaran? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
1. Makanan Cepat Saji Tinggi Lemak
Burger, ayam goreng, hingga kentang goreng membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna karena kandungan lemaknya yang tinggi. Cleveland Clinic menegaskan bahwa makanan berlemak memperlambat kerja usus, memicu rasa begah, kembung, dan refluks asam, yakni keluhan yang sering memburuk saat tubuh berada di kabin bertekanan rendah.
2. Minuman Bersoda
Soda mengandung karbon dioksida yang mudah mengembang di ketinggian. Ketika tekanan udara menurun, gas di perut ikut melebar. Mayo Clinic menjelaskan bahwa minuman berkarbonasi menjadi salah satu pemicu terbesar perut kembung saat bepergian, termasuk di pesawat.
3. Kacang-Kacangan
Meski sehat, kacang mengandung kombinasi serat dan lemak yang memicu gas di dalam usus. Dalam kabin pesawat, gas ini cenderung mengembang lebih cepat. Tak hanya itu, konsumsi kacang juga berisiko bagi penumpang lain yang memiliki alergi berat.
4. Sayuran Penghasil Gas
Sayuran cruciferous seperti kol, brokoli, dan kembang kol menghasilkan gas sebagai bagian dari proses pencernaan. Harvard Health menyebut bahwa sayuran jenis ini adalah salah satu penyebab terbesar peningkatan gas usus yang bisa semakin terasa saat berada di kabin pesawat.
5. Makanan Pedas
Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu heartburn. Ketika duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam, sensasi panas di dada bisa makin tidak tertahankan. Risiko ini meningkat saat tekanan udara berubah.
6. Alkohol
Banyak penumpang berpikir alkohol dapat membantu lebih rileks sebelum terbang, tetapi efeknya justru sebaliknya. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mencatat bahwa alkohol mempercepat dehidrasi, terutama di udara kabin yang sangat kering. Alkohol juga dapat memicu sakit kepala, pusing, hingga gangguan tidur selama penerbangan.
7. Kopi atau Minuman Berkafein
Kafein bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Mayo Clinic menegaskan bahwa kafein dapat memicu dehidrasi, gelisah, hingga meningkatkan kecemasan terutama bagi Anda yang sudah memiliki ketakutan terbang.
8. Makanan Asin Berlebih
Keripik, makanan olahan, hingga mi instan mengandung natrium tinggi yang membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. American Heart Association menjelaskan bahwa konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan tangan, yang kerap menjadi keluhan penumpang selama penerbangan panjang.
9. Produk Olahan Susu
Sebagian orang mengalami intoleransi laktosa tanpa disadari. Produk susu dapat memicu kram perut, diare, atau gas berlebih. Sensitivitas ini terasa lebih kuat ketika tubuh berada pada kondisi stres ringan akibat perjalanan.
10. Permen Karet dan Permen Mint
Mengunyah permen karet memang membantu membuka telinga, tetapi udara yang ikut tertelan dapat memperparah perut kembung. Permen mint juga berpotensi menyebabkan refluks asam karena melemaskan katup antara kerongkongan dan lambung.
Memilih makanan sebelum terbang bukan hanya sekadar soal kenyang, tetapi strategi agar tubuh tetap stabil dan nyaman selama perjalanan. Sebagai gantinya, pilih makanan ringan yang mudah dicerna seperti buah, roti gandum, atau air putih untuk menjaga tubuh tetap segar sepanjang penerbangan.