PB Akuatik Gandeng Media Group di Asian Open Water Swimming 2026, Indonesia Naik Kelas ke Asia

PB Akuatik Gandeng Media Group, Sukseskan Open Water Swimming 2026
PB Akuatik Gandeng Media Group, Sukseskan Open Water Swimming 2026

 Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia menggandeng Media Group (Metro TV,  Media Indonesia, Medcom.id) sebagai media partner dalam mendukung publikasi dan penguatan pembinaan olahraga akuatik nasional. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah PB Akuatik Indonesia yang kini naik kelas ke level Asia melalui penyelenggaraan Asian Open Water Swimming Championship 2026.

Audiensi PB Akuatik Indonesia dengan Media Group berlangsung di kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu 25 Februari 2026. Pertemuan dihadiri jajaran pimpinan kedua pihak, yakni Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo, Sekretaris Jenderal Ali Patiwiri, serta Ketua Bidang Media dan Promosi Zoraya Perucha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dari Media Group hadir Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo, Strategic Content Development Director Meniek Andini, Pemimpin Redaksi Medcom.id Achmad Firdaus, Asisten Direktur Utama Bidang Pemberitaan dan Usaha Teguh Nirwahyudi, beserta jajaran.

PB Akuatik Indonesia berdiskusi dengan jajaran Media Group terkait Asian Open Water Swimming 2026

Arief Suditomo menegaskan dukungan Media Group terhadap pengembangan olahraga renang perairan terbuka di Indonesia. Menurutnya, ajang ini membawa misi luas, tidak hanya olahraga tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Ini adalah merupakan sebuah event yang paling dasar menjadi hal yang kita harus dukung bersama. Karena selain ini membawa berbagai macam misi, misi olahraga, tapi juga ada misi kebangkitan ekonomi pariwisata daerah, lalu juga ada misi tentang mengkampanyekan bahwa skill untuk bisa berenang yang dibawakan lewat tagline Ayo Berenang itu menjadi salah satu misi yang harus kita kembangkan,” kata Arief, Rabu 25 Februari 2026.

Ia menyoroti masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu berenang, kondisi yang dinilainya ironis bagi negara kepulauan.

“Karena banyak orang Indonesia yang belum bisa berenang. Kan sangat ironis ya bahwa kita tinggal di sebuah negara kepulauan, di mana wilayah airnya juga lebih luas dari wilayah daratan, tapi skill berenang ini menjadi salah satu hal yang masih terbelakang,” ujarnya.

Arief menegaskan Media Group siap mendukung penuh Asian Open Water Swimming Championship 2026, termasuk publikasi pra-event. Kejuaraan tingkat Asia tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Pantai Jimbaran, Bali.

“Jadi nanti pada bulan Juli ada Asian Open Water Championship untuk kita kampanyekan akan dilaksanakan di Pantai Jimbaran, Bali. Dan ini harus kita dukung karena Indonesia akan menjadi tuan rumah dari berbagai macam atlet yang datang dari negara-negara Asia,” tambahnya.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo menyampaikan apresiasi atas dukungan Media Group yang kembali terjalin untuk kedua kalinya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Arief Suditomo dan jajaran Media Group yang telah menerima serta mendukung PB Akuatik Indonesia, seraya menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan kali kedua terjalin antara kedua pihak.

Ia menjelaskan, kejuaraan tahun ini menjadi lompatan penting karena Indonesia naik level dari Asia Tenggara ke tingkat Asia. Selain kejuaraan elite, PB Akuatik Indonesia juga mengembangkan A-Stream Open Water Swimming Series untuk pembinaan dan partisipasi masyarakat.

“Yang pertama waktu itu kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara. Kali ini kita naik kelas ke level Asia, kejuaraan Asia, dan juga kita ingin membuat kejuaraan untuk pembinaan dan juga untuk rekreasi yang namanya A-Stream Open Water Swimming Series,” kata Harlin.

Harlin menegaskan kampanye Ayo Berenang menjadi bagian penting dari agenda PB Akuatik Indonesia.

“Selain untuk pembinaan akuatik sendiri, untuk prestasi, kita juga ingin mensosialisasikan renang sebagai olahraga yang juga untuk survival skill. Dan ini penting ya dengan gerakan Ayo Berenang kita supaya masyarakat Indonesia juga menyadari bahwa renang itu penting untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain pembinaan, PB Akuatik Indonesia juga menargetkan dampak sport tourism melalui penyelenggaraan open water swimming di berbagai destinasi unggulan Indonesia.

“Mungkin setelah Bali kita akan ke Belitung, kita akan ke Lombok, mungkin ke Labuan Bajo, dan Danau Toba, tempat-tempat lain di Indonesia yang mana selain kita mensosialisasikan renang, tapi juga kita mensosialisasikan tempat-tempat pariwisata yang indah,” kata Harlin.

Asian Open Water Swimming Championship 2026 ditargetkan diikuti sekitar 150 atlet elite Asia serta 300 hingga 350 peserta non-elite atau rekreatif, sehingga total partisipasi diperkirakan mencapai 400 hingga 500 orang.

Di sektor prestasi, Indonesia masih mengandalkan perenang senior Fadlan Prawira. Sementara di nomor putri, PB Akuatik Indonesia menyiapkan Izzy Dwifaiva yang tengah menjalani program latihan di Antibes, Prancis Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di Indonesia, kalau untuk Indonesia sekarang, atlet andalan kita yang senior masih Fadlan Prawira. Kalau untuk yang putri ada namanya Izzy Dwifaiva,” ujar Harlin.

Melalui kolaborasi dengan Media Group dan penyelenggaraan Asian Open Water Swimming Championship 2026, PB Akuatik Indonesia optimistis olahraga renang perairan terbuka semakin dikenal luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event akuatik internasional.