Tahun Depan Pasti Berubah Format, Kapan Indonesia Open 2026 Digelar?
Turnamen bulu tangkis yang masuk agenda BWF World Tour level Super 1000, Indonesia Open, belakangan menjadi perbincangan hangat.
Indonesia Open mengundang sorotan seiring pemberlakuan format baru mulai tahun depan berdasarkan keterangan resmi BWF. Waktu penyelenggaraan turnamen bakal lebih panjang.
Biasanya, Indonesia Open berlangsung selama enam hari, persis sama seperti turnamen lain dalam agenda BWF World Tour satu tahun kalender.
Namun, BWF membuat langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas kompetisi tahun depan. Salah satunya memodifikasi format turnamen BWF World Tour level Super 1000, termasuk Indonesia Open.
Setiap turnamen Super 1000 akan berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.
Nomor tunggal akan diikuti 48 pemain dengan sistem babak grup yang dilanjutkan ke fase gugur, sementara di ganda mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur.
Skema ini memastikan keseimbangan kalender kompetisi sepanjang tahun, sekaligus menjaga kualitas pertandingan dan kondisi bertanding para atlet di seluruh level.
PBSI Pikirkan Pemulihan Fisik Atlet Bulu tangkis
Kabid Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menilai kebijakan baru BWF terhadap format Indonesia Open dan turnamen level Super 1000 lainnya patut didukung penuh.
Durasi 11 hari Indonesia Open nantinya telah mempertimbangkan aspek kondisi bertanding dan pemulihan fisik atlet yang sejak awal menjadi perhatian utama PBSI.
“Dengan durasi turnamen lebih panjang serta hanya memakai dua lapangan, atlet memiliki waktu istirahat lebih memadai," kata Bambang Roedyanto dalam keterangan tertulis PBSI, Selasa (10/2/2025).
"Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa para atlet sepanjang turnamen,” imbuhnya.
Dengan kepastian perubahan format turnamen mulai tahun depan, Indonesia Open 2026 akan menjadi edisi terakhir yang menerapkan waktu penyelenggaraan enam hari.
Jadwal dan Sponsor Baru Indonesia Open 2026
Ada pun Indonesia Open 2026 akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang.
Dalam unggahan terbaru di akun Instagram resmi PBSI, tampak Indonesia Open 2026 mengalami pergantian sponsor utama dari Kapal Api ke Polytron.
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama (kedua kiri) dan Reza Pahlevi Isfahani (kiri) berfoto dengan ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho (kanan) dan Seo Seung Jae (kedua kanan) usai upacara pengalungan medali dalam babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Sabar dan Reza harus puas menjadi runner up setelah kalah dalam pertandingan tersebut dengan skor 21-18, 19-21, 21-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/YU
Kemeriahan suporter bulu tangkis khas Istora Senayan diyakini bakal kembali dengan hadirnya Polytron, yang notabene bagian dari konsorsium Djarum, sebagai sponsor utama.
Kapasitas Djarum dalam menyelenggarakan ajang bulu tangkis level dunia sudah tak perlu diragukan lagi.
Mereka sudah berpengalaman menjadi sponsor utama selama bertahun-tahun sampai habis kontrak di 2019.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, terang-terangan berambisi mengembalikan predikat Indonesia Open sebagai turnamen bulu tangkis terbaik di dunia.
"Kami mengirim perwakilan ke beberapa negara. Seharusnya nanti kita (Indonesia Open 2026) bisa lebih baik. Hal ini menunjukkan komitmen yang jelas," ujar Yoppy dikutip dari situs PB Djarum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang