IHSG Anjlok 4,57 Persen! Perang di Timur Tengah dan Penurunan Outlook RI Hantam Pasar
Seluruh sektor saham juga mengalami tekanan. Sektor bahan baku merosot paling dalam sebesar 7,24 persen lalu sektor transportasi amblas 7,23 persen dan sektor konsumer siklikal rontok 6,69 persen
Sektor industri melemah 5,38 persen, sektor energi menurun 4,64 persen, sektor teknologi menyusut 4,26 persen, sektor infrastruktur tergerus 4,84 persen, sektor konsumer non-siklikal turun 4,13 persen, sektor properti melemah 3,87 persen, sektor keuangan jatuh 3,18 persen dan sektor kesehatan kehilangan 2,79 persen.
IHSG
"Bersama dengan mayoritas indeks bursa Asia, IHSG tertekan akibat sentimen negatif dari meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah yang membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 4 Maret 2025.
Selain itu, Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat Indonesia tetap pada level BBB, turut memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks domestik. Revisi outlook ini mencerminkan ketidakpastian kebijakan yang semakin meningkat, serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas kebijakan di tengah pengambilan keputusan yang terpusat.
Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan terhadap inflasi dan ekonomi masih berlanjut. Harga komoditas terkait energi berlanjut menguat, menimbulkan kekhawatiran akan potensi meningkatnya inflasi.
"Investor memperhitungkan kembali permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik AS-Iran dan penguatan tajam Dolar AS," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan indikator Stochastic RSI melemah mendekati area oversold. IHSG sempat melemah hingga level 7,486, mendekati level 7,481 yang pernah disentuh pada akhir Januari 2026 lalu.
Seluruh emiten di jajaran 45 saham unggulan kompak terkoreksi. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah dua digit sebesar 10,62 persen ke level 6.100, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tergerus 10,16 persen menjadi 9.725 dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) anjlok 10,07 persen ke posisi 6.475