Penerbangan Langsung Banjarbaru–Jeddah Akan Dibuka, Jamaah Umrah Kalsel Tak Perlu Transit Lagi
Layanan penerbangan internasional dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (kalsel) kembali bertambah.
Setelah rute ke Malaysia resmi beroperasi, kini giliran penerbangan menuju Arab Saudi dan sebaliknya yang akan dibuka mulai 2026.
Maskapai Lion Air ditunjuk sebagai operator penerbangan langsung Banjarbaru–Jeddah, yang diharapkan mempermudah masyarakat muslim di Kalsel menjalankan ibadah umrah tanpa harus transit.
Kehadiran rute baru ini disambut antusias oleh berbagai biro perjalanan umrah dan haji di wilayah tersebut.
Penerbangan Langsung Banjarbaru–Jeddah Mulai 2026
Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Indonesia (Aspperwi), Hermawan, mengatakan pihaknya terus berupaya menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam sektor perjalanan ibadah.
Sebelumnya, Aspperwi telah menjalin kerja sama dengan AirAsia untuk penerbangan ke Malaysia.
“Kali ini kita dekatkan Lion Air. Tentunya harus ada keistimewaan dibanding maskapai lain, di antaranya penerbangan direct Lion Air ke Jeddah biayanya jadi lebih murah,” katanya pada Umrah Gathering, Senin (27/10/2025) malam di Banjarmasin.
Menurut Hermawan, selain biaya yang lebih hemat, jamaah juga akan lebih nyaman karena bisa langsung berangkat ibadah ke Tanah Suci dan pulang tanpa harus transit di kota lain.
“Lion Air adalah maskapai penerbangan swasta nasional yang sudah berpengalaman untuk penerbangan keluar negeri. Direncanakan penerbangan dari Kalsel ke Arab Saudi dimulai awal musim haji nanti,” jelasnya.
Sambutan Positif Biro Perjalanan Umrah dan Wisata
Ketua Aspperwi Kalsel, Siti Aisyah, yang juga Direktur Camesa Banjar Indah Permai Banjarmasin, menyebut pembukaan rute baru ini akan memperkuat posisi Bandara Syamsudin Noor sebagai bandara internasional.
“Doakan semoga berhasil. Jadi selain Air Asia, sudah ada juga Lion Air yang melayani penerbangan luar negeri khususnya ke Arab Saudi. Tentunya maskapai yang melayani bisa maju bersama,” katanya.
Aisyah menambahkan, penerbangan ini tak hanya mempermudah perjalanan umrah, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata antara Kalimantan Selatan dan Arab Saudi.
“Selain umroh, penerbangan ini juga meningkatkan arus pariwisata ke Kalsel. Apalagi Arab Saudi juga turut mempromosikan wisata mereka, sehingga ada timbal balik positif,” ucapnya.
Menurutnya, biaya perjalanan juga akan lebih ekonomis karena jamaah tidak perlu lagi membayar biaya handling saat transit di Jakarta atau Surabaya.
“Insya Allah semua bisa menikmati perjalanan baik umroh dan wisata dengan biaya ekonomis karena tidak ada biaya handling kalau transit baik di Jakarta dan Surabaya,” tandasnya.
Lion Air Berharap Penerbangan Bisa Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Manager Lion Air Banjarmasin, Dahlan Suwito, menuturkan bahwa penerbangan langsung ke Jeddah ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian daerah.
“Sesuai arahan manajemen, seiring adanya pertemuan dengan pihak biro perjalanan pada 13 Oktober lalu, kami mencoba mempertimbangkan masukan dan terciptalah komitmen bersama,” katanya.
Dahlan berharap rute baru ini mendapat dukungan dari semua pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai harapan.
“Perlu support pastinya. Apalagi pada pelaksanaan ibadah haji 2025 kami mendapat kesempatan menerbangkan 7.000 jamaah dan pemerintah menilai bagus. Semoga ke depan juga bisa membawa jamaah haji Kalsel langsung ke Arab Saudi,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunBanjarmasin.com dengan judul “Penerbangan Kalsel Langsung ke Arab Saudi Bakal Dibuka, Travel Sambut Positif”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.