Anies Sempat Curiga Gerak-gerik Diawasi Saat Makan Soto di Karanganyar, Ternyata Intelijen
Ketua Tim Media DPP Gerakan Rakyat, Fajar Satriyawan Wahyudi, mengungkapkan momen yang sempat memunculkan kecurigaan Anies Baswedan bahwa ia diduga dibuntuti intelijen saat berada di Karanganyar, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/1/2026) tepat setelah salat Jumat atau sekitar waktu makan siang.
Saat itu, Anies tengah menjalankan agenda peresmian jembatan penghubung desa di kawasan Sambirejo, Karanganyar.
Di sela kegiatan resmi tersebut, Anies menyempatkan diri mampir untuk makan siang di Warung Soto Mbok Giyem.
Ketika berada di warung, Anies memperhatikan keberadaan sejumlah pria berpakaian sipil yang dinilainya menunjukkan gerak-gerik tidak biasa seperti sedang memantau.
"Alih-alih merasa terganggu atau menghindar, Anies justru menghampiri ketiga pria tersebut. Video momen ini viral di media sosial (diunggah sekitar 1-2 Februari 2026)," kata Fajar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Anies Ajak Bercanda Intel
Fajar mengatakan, Anies justru memilih bersikap terbuka meski merasa pergerakannya diawasi.
Ia menghampiri ketiga pria itu dan mengajak berbincang secara langsung.
Anies juga sempat menanyakan asal satuan ketiga pria tersebut. Mereka menyampaikan berasal dari Kodim Karanganyar dan Korem.
Salah satu dari mereka beralasan bahwa kehadirannya di lokasi hanya kebetulan setelah menyelesaikan kegiatan lain.
Menanggapi hal itu, Anies tertawa dan berterima kasih karena ia sudah "ditemani".
"Pertemuan berakhir cair dengan foto bersama. Anies bahkan sempat menitipkan salam untuk komandan mereka sebagai bentuk apresiasi karena merasa 'dijaga'," ujar Fajar.
Pihak Anies Tidak Mau Memperpanjang Polemik
Terkait peristiwa tersebut, Kodam IV/Diponegoro kemudian memberikan klarifikasi.
Pihak TNI menegaskan bahwa keberadaan anggota di warung soto itu murni kebetulan karena mereka juga sedang makan siang usai memantau wilayah.
Tidak ada perintah khusus untuk melakukan pengawasan intelijen terhadap Anies sebagai warga sipil.
Menanggapi klarifikasi tersebut, Fajar menegaskan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan aparat dan tidak ingin memperpanjang polemik.
Intel berada di warung makan untuk agenda pribadi, yaitu makan siang yang bertepatan dengan kedatangan Anies.
Selain itu, Fajar menegaskan bahwa Anies dikenal sebagai sosok yang terbuka dan gemar berinteraksi di ruang publik.
Pertemuan di warung soto dinilai sebagai hal lumrah, terlebih selera kuliner kerap mempertemukan berbagai kalangan.
"Kami memandang kejadian ini sebagai pengingat agar kualitas demokrasi kita terus meningkat. Kami berharap ke depannya, setiap warga negara maupun tokoh publik dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman tanpa ada rasa saling curiga," kata Fajar.
Fajar menambahkan, Anies memilih untuk tidak larut dalam isu dugaan pembuntutan oleh intelijen.
Anies lebih memfokuskan diri pada penyerapan aspirasi masyarakat Karanganyar serta menikmati kuliner lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi rakyat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang