Kenapa Harus Makan Pangsit Saat Imlek? Intip Sejarah dan Mitos "Koin Keberuntungan" di Dalamnya

Shio Kuda Api, pangsit, Kenapa Harus Makan Pangsit Saat Imlek? Intip Sejarah dan Mitos, Sejarah Panjang dari Masa Tiga Kerajaan, Simbol Batangan Emas dan Mitos Kekayaan, Makna Filosofis di Balik Isian Pangsit, Pantangan Saat Festival Musim Semi

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, menjadi momen sakral bagi masyarakat Tionghoa untuk memanjatkan doa dan harapan.

Di tengah semarak lampion dan persiapan menyambut tahun Shio Kuda Api, sajian kuliner di atas meja makan tetap menjadi pusat perhatian.

Salah satu hidangan yang tidak pernah absen adalah dumpling atau pangsit.

Merujuk pada buku berjudul "Imlek dan Peleburan Budaya di Atas Piring" karya Pusat Data dan Analisa Tempo (2026), pangsit bukan sekadar makanan lezat, melainkan simbol aspirasi untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Sejarah Panjang dari Masa Tiga Kerajaan

Pangsit memiliki akar sejarah yang sangat tua di daratan Cina. Masakan representatif ini pertama kali muncul pada awal periode Tiga Kerajaan (sekitar 220–280 SM).

Bentuknya yang ikonik seperti bulan sabit mulai terbentuk secara permanen pada masa Dinasti Tang dan mulai disajikan sebagai hidangan resmi di atas piring.

Kepopuleran pangsit mencapai puncaknya pada masa Dinasti Qing (1644–1911). Kala itu, restoran pangsit mulai menjamur di mana-mana.

Salah satu catatan sejarah menyebutkan seorang pengusaha Dinasti Qing mempelopori restoran pangsit keluarga yang resepnya diwariskan lintas generasi, bahkan dibawa berkeliling ke berbagai provinsi untuk mengintegrasikan tradisi masakan Cina.

Bukti otentik tradisi ini ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 1972 di Makam Astana Turpan.

Mereka menemukan mangkuk kayu berisi benda berbentuk bulan sabit yang terkubur selama 1.300 tahun, yang membuktikan bahwa tradisi makan pangsit telah diturunkan sejak zaman kuno hingga ke daerah minoritas etnis Barat.

Simbol Batangan Emas dan Mitos Kekayaan

Shio Kuda Api, pangsit, Kenapa Harus Makan Pangsit Saat Imlek? Intip Sejarah dan Mitos, Sejarah Panjang dari Masa Tiga Kerajaan, Simbol Batangan Emas dan Mitos Kekayaan, Makna Filosofis di Balik Isian Pangsit, Pantangan Saat Festival Musim Semi

Ilustrasi dumpling panas. Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi makan bersama keluarga besar. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, hidangan yang tersaji di atas meja bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol doa dan harapan untuk setahun ke depan.

Alasan utama pangsit dianggap membawa keberuntungan finansial adalah bentuknya yang menyerupai batangan perak atau emas, mata uang yang digunakan pada masa lampau.

Namun, ada aturan tertentu dalam pembuatannya agar "keberuntungan" tersebut tidak hilang:

- Lipatan yang Sempurna

Saat membuat pangsit, jumlah lipatan pada kulit adonan harus terlihat bagus dan berisi. Jika pangsit dibuat terlalu datar, hal itu dianggap sebagai simbol kemiskinan.

- Pola Penataan

Pangsit harus diatur dalam barisan garis lurus, bukan lingkaran. Penataan secara melingkar memiliki mitos bahwa hidup seseorang hanya akan berputar di tempat tanpa kemajuan.

- Tradisi Isian Rahasia

Beberapa keluarga masih menjalankan tradisi menaruh benang putih di dalam pangsit sebagai simbol umur panjang bagi yang memakannya. Ada pula yang memasukkan koin tembaga sebagai tanda bahwa si pemakan akan menjadi kaya raya.

Makna Filosofis di Balik Isian Pangsit

Shio Kuda Api, pangsit, Kenapa Harus Makan Pangsit Saat Imlek? Intip Sejarah dan Mitos, Sejarah Panjang dari Masa Tiga Kerajaan, Simbol Batangan Emas dan Mitos Kekayaan, Makna Filosofis di Balik Isian Pangsit, Pantangan Saat Festival Musim Semi

Ilustrasi pangsit dimsum.

Setiap bahan yang digunakan sebagai isian pangsit memiliki pesan tersendiri bagi penyantapnya. Isian seledri melambangkan ketekunan yang membuahkan kekayaan, sementara kubis menjadi simbol berkat untuk kehidupan yang berkecukupan selama seratus tahun.

Bagi mereka yang mengharapkan peningkatan harta, isian jamur dipercaya sebagai maskot keberuntungan.

Sementara itu, isian ikan melambangkan "surplus tahun demi tahun," sebuah pepatah populer di Cina yang mengharapkan adanya rezeki sisa di setiap akhir tahun.

Untuk pertumbuhan ekonomi yang kuat, isian daging sapi adalah pilihan utamanya.

Pantangan Saat Festival Musim Semi

Meski kaya akan variasi, masyarakat Tionghoa sangat menghindari isian asinan kubis saat Imlek.

Isian ini dianggap menyiratkan masa depan yang buruk dan sulit. Sebaliknya, pada malam tahun baru, masyarakat lebih memilih kombinasi kubis dan lobak.

Perpaduan ini dipercaya secara simbolis dapat membuat kulit seseorang menjadi cerah dan suasana hati menjadi lembut.

Memasuki tahun 2026 yang penuh energi dinamis khas Kuda Api, sajian pangsit diharapkan menjadi penyemangat bagi keluarga yang berkumpul, selaras dengan semangat kerja keras dan kemakmuran yang diusung dalam setiap lipatan kulitnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang