Jangan “Balas Dendam” Makan saat Lebaran, Menkes Peringatkan Risiko Ini

libur Lebaran, hidangan khas Lebaran, Hidangan Lebaran, makan berlebihan, Jangan “Balas Dendam” Makan saat Lebaran, Menkes Peringatkan Risiko Ini, Makanan bersantan jadi pemicu masalah kesehatan, Kebiasaan “balas dendam makan” perlu dihindari, Tips makan aman saat Lebaran, Pesan untuk menjaga kesehatan setelah Lebaran

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan saat menyantap makanan Lebaran karena kebiasaan “balas dendam” makan hidangan bersantan dapat berdampak pada kesehatan.

Peringatan ini disampaikan melalui unggahan Instagram resminya @bgsadikin pada Minggu (22/3/2026).

Ia menyoroti kebiasaan mengonsumsi lontong sayur, opor, dan rendang secara berturut-turut selama libur Lebaran yang kerap menjadi pemicu meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit.

Makanan bersantan jadi pemicu masalah kesehatan

Menurut Budi Gunadi Sadikin, hidangan khas Lebaran memang menggoda, tetapi konsumsi berlebihan dapat membawa risiko kesehatan.

Ia menyebut bahwa kandungan santan yang dipanaskan berulang kali mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat membebani tubuh.

“Hidangan Lebaran memang selalu menggoda. Tapi hati-hati,” tulis Budi dalam unggahannya.

Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran menjadi salah satu alasan rumah sakit sering mengalami lonjakan pasien setelah hari raya.

Kebiasaan “balas dendam makan” perlu dihindari

libur Lebaran, hidangan khas Lebaran, Hidangan Lebaran, makan berlebihan, Jangan “Balas Dendam” Makan saat Lebaran, Menkes Peringatkan Risiko Ini, Makanan bersantan jadi pemicu masalah kesehatan, Kebiasaan “balas dendam makan” perlu dihindari, Tips makan aman saat Lebaran, Pesan untuk menjaga kesehatan setelah Lebaran

Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran ternyata bisa berdampak pada kesehatan dan meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit.

Fenomena “balas dendam makan” setelah menahan diri selama Ramadhan disebut sebagai salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.

Budi mengingatkan bahwa niat merayakan hari kemenangan seharusnya tidak berujung pada masalah kesehatan.

“Jangan sampai niat kita merayakan hari kemenangan malah berujung sakit,” tulisnya.

Pesan ini menekankan pentingnya menjaga pola makan meski sedang dalam suasana perayaan.

Tips makan aman saat Lebaran

Budi Gunadi Sadikin juga membagikan beberapa cara sederhana agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa berlebihan.

Ia menyarankan untuk tetap makan lauk seperti ayam atau daging, tetapi tidak mengonsumsi kuah santan secara berlebihan.

Untuk ketupat, ia mengingatkan agar membatasi porsi, cukup dua hingga tiga potong saja. Ia juga menyarankan menambahkan telur sebagai sumber protein yang dibutuhkan tubuh.

“Kita tetap bisa menikmati makanan enak kok, asalkan tahu triknya,” tulis Budi.

Pesan untuk menjaga kesehatan setelah Lebaran

Budi mengajak masyarakat untuk membagikan informasi ini kepada keluarga agar tetap menjaga kesehatan setelah Lebaran.

Ia menekankan bahwa menjaga pola makan saat hari raya penting untuk mencegah gangguan kesehatan.

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perayaan Lebaran tetap perlu diimbangi dengan pola hidup sehat.

Peringatan dari Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa konsumsi makanan bersantan secara berlebihan saat Lebaran dapat berdampak pada kesehatan.

Dengan mengatur porsi dan memilih cara makan yang tepat, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kondisi tubuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang