Momen Zulkifli Hasan Makan Sate Sambil Menghisap Cerutu Saat Kunjungan ke Aceh Tuai Sorotan

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas)
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas)

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan kembali jadi sorotan pengguna media sosial saat melakukan kunjungan ke Aceh beberapa waktu lalu. Usai melakukan kunjungan ke salah satu lokasi terdampak banjir di Aceh, Zulhas sapaannya sempat menikmati sate di salah satu kedai sate kenamaan di Bireun.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlihat lahap memakan sate di kuliner legendaris Sate Tubaka Matang di Bireun. Sambil memakan sate, terlihat juga cerutu di tangan kiri Zulhas.

Tak sendiri, Zulhas juga disebut-sebut ditemani oleh anggota DPR RI Asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam serta sejumlah orang lainnya. Nazaruddin sendiri terlihat berada di sebrang meja Zulkifli Hasan. Video yang diunggah di sejumlah akun media sosial salah satunya akun TikTok @tukang_keker pada Minggu 14 Desember kemarin langsung ramai dikomentari netizen.

Tak sedikit dari publik yang memberikan kritik pedas kepada ketum PAN itu. Mereka menilai momen makan bersama itu seolah tak memerhatikan kondisi rakyat Aceh yang terdampak banjir.

“Biarkan rakyat kelaparan, makan enak cukup diwakilkan aja. Mereka wakil kita, kalau mereka kenyng rakyatnya juga kenyang,” sindir netizen.

“Pejabat negara ini benar-benar sudah keterlaluan,” kritik lainnya.

“Cerutu plus makan? ga bisa satu-satu pak? harus duanya sekaligus?,” sindir lainnya.

Video TikTok: https://www.tiktok.com/@tukangkeker67/video/7...

Sebagai informasi, sebelumnya Zulkifli Hasan sempat mendapat kritik pedas dari pengguna media sosial saat dirinya melakukan kunjungan ke korban bencana banjir di Sumatera Barat akhir November lalu.

Dalam salah satu unggahannya, Zulkifli Hasan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam serta sepatu bots karet orange itu juga terlihat memanggul satu karung beras untuk diberikan kepada korban. Tak hanya memanggul sendiri satu kantung beras untuk korban bencana banjir di sana.

Zulkifli juga terlihat ikut langsung membantu membersihkan salah satu rumah yang terdampak. Tindakan Zulhas saat itu, langsung mendapat sorotan publik. Banyak dari pengguna media sosial menilai apa yang dilakukannya adalah pencitraan belaka.

Sementara itu, dalam sebuah forum awal Desember ini, Zulhas menegaskan bahwa aksinya memanggul karung beras saat meninjau lokasi banjir di Sumatera bukanlah pencitraan, melainkan kebiasaan hidup yang ia jalani sejak kecil.

Zulhas menegaskan bahwa sikap berbagi telah menjadi prinsip hidup sejak kecil, warisan dari pesan almarhum ibunya.

“Jadi saya diperintah ibu saya almarhum setiap hari itu nak harus berikan bantuan. Orang baik itu kata mama saya, itu orang yang berguna, dia memberi baik senang maupun susah. Ajaran itu saya praktikan, saya setiap hari harus memberi pak,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan itu sudah ia lakukan puluhan tahun, jauh sebelum ia menjadi pejabat publik.

“Dulu saya dihujat karena saya memberi uang, sampai di Najwa Shihab itu, saya setiap hari, itu kebiasaan dari kecil susah ataupun senang. Saya mulai dari 6 tahun, 7 tahun berbagi. Saya setiap ke daerah, saya berbagai beras. Saya biasa gotong beras itu biasa, bisa 500, bisa 1000, bisa 5 kilo, ah saya biasa itu, saya bagi,” ujarnya.