Harta Kekayaan Bos Baru OJK Friderica Widyasari Dewi Tembus Rp85 Miliar, Punya Deretan Properti Mewah di Jaksel-Bali
Pergantian mendadak pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK terjadi di tengah situasi pasar modal yang sedang goyah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dalam dua hari terakhir, sementara dua petinggi lembaga pengawas sektor keuangan itu kompak mundur.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026. Tak butuh waktu lama, OJK langsung menunjuk figur pengganti demi menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Nama yang dipilih adalah Friderica Widyasari Dewi. Sosok yang akrab disapa Kiki itu kini dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
“Penunjukan anggota dewan komisioner pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi dalam siaran pers, Sabtu 31 Januari 2026.
OJK juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan.
Namun di balik penunjukan itu, perhatian publik tak hanya tertuju pada rekam jejak profesionalnya. Transparansi harta kekayaan sang pejabat baru ikut menjadi sorotan, mengingat OJK mengawasi industri keuangan bernilai ribuan triliun rupiah.
Harta Kekayaan Friderica Widyasari Dewi
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan secara periodik tahun 2024, Friderica tercatat memiliki total harta bersih Rp 85,34 miliar
Angka tersebut berasal dari akumulasi berbagai aset, didominasi properti.
Nilai tanah dan bangunan saja mencapai sekitar Rp82,89 miliar
Properti yang dimiliki tersebar di sejumlah lokasi premium, terutama Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya berupa rumah dan bangunan bernilai puluhan miliar rupiah.
Selain itu, ia juga tercatat memiliki aset di Tangerang Selatan, Bogor, Yogyakarta, hingga Badung, Bali.
Tak hanya properti, Friderica juga melaporkan satu unit mobil Mercedes Benz sedan tahun 2018 senilai Rp700 juta
Sementara harta bergerak lainnya tercatat Rp2,35 miliar dan kas serta setara kas sekitar Rp1,19 miliar
Dalam laporan yang sama, ia masih memiliki kewajiban utang Rp1,8 miliar sehingga total kekayaan bersihnya berada di kisaran Rp85,34 miliar
Dari Dunia Hiburan ke Pucuk Regulator Keuangan
Perjalanan karier Friderica terbilang unik. Ia lahir di Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975.
Sebelum dikenal di industri keuangan, ia sempat mencicipi dunia hiburan sebagai aktris sinetron dan model pada era 1990-an. Namun jalurnya berubah drastis ke ranah profesional dan akademik.
Latar pendidikannya kuat. Ia meraih Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan MBA di California State University, Amerika Serikat, dan menuntaskan gelar doktor di UGM pada bidang kepemimpinan dan inovasi kebijakan.
Namanya lama berkutat di pasar modal. Ia pernah menjadi Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI, Sekretaris Perusahaan, hingga Direktur Pengembangan. Kariernya berlanjut sebagai Direktur Keuangan dan kemudian Direktur Utama KSEI, sebelum memimpin BRI Danareksa Sekuritas.
Sejak 2022, ia masuk jajaran Dewan Komisioner OJK. Pengalaman lintas bursa, kustodian, dan sekuritas membuatnya dinilai memahami ekosistem pasar modal dari hulu hingga hilir.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada
- Master of Business Administration California State University
- Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada
Riwayat karier
- Anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK
- Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
- Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas
- Direktur Utama KSEI
- Direktur Pengembangan BEI
- Sekretaris Perusahaan BEI
- Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI