Profil Friderica Widyasari Dewi, Istri Jenderal Polisi Bintang 3 yang Ditunjuk Jadi Ketua OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat pengganti sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK.
Friderica mengisi posisi tersebut setelah Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DK OJK pada Jumat (30/1/2026).
Keputusan tersebut juga diikuti oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK I.B. Aditya Jayaantara.
Pengunduran diri Mahendra, Inarno, dan Aditya diumumkan OJK pada Jumat sekitar pukul 18.25 WIB.
Beberapa jam setelahnya, giliran Mirza Adityaswara yang menyatakan mundur dari posisinya sebagai Wakil Ketua DK OJK.
"Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif tanggal 31 Januari 2026," kata OJK dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/1/2026).
Lalu, siapa Friderica Widyasari Dewi yang ditunjuk menjadi bos baru OJK?
Profil Friderica Widyasari Dewi: Kelahiran Cepu, Lulusan AS
Friderica Widyasari Dewi lahir di Cepu, Jawa Tengah pada 28 November 1975. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan lulus pada 2001.
Ia juga pernah menempuh studi di California State University. Friderica lulus dengan gelar Master of Business Administration (MBA) pada 2004.
Selain itu, Friderica menyandang gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada pada 2019. Ia lulus dari kampus ini dengan predikat cumlaude.
Sebagai bos baru OJK, Friderica memiliki pengalaman panjang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005.
Dilansir dari laman resmi OJK, ia pernah menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia pada 2009–2015.
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan self-regulatory organization (SRO).
Ia juga menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016 sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI pada 2016–2019.
Setelah itu, Friderica melanjutkan kiprahnya sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022.
Friderica juga memiliki sertifikat profesi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan oleh OJK pada 2019.
Berdasarkan CV yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/1/2026), Friderica juga berstatus sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat sejak 2023.
Jabatan lain yang masih ia emban adalah Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Friderica juga memiliki pengalaman di sejumlah organisasi internasional.
Di antaraya, Advisory Board pada The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council pada the International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet)sejak 2022.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang