Pencarian Korban Longsor di Cisarua KBB Dilanjutkan, Puluhan Korban Masih Hilang

Pencarian Korban Longsor di Cisarua KBB Dilanjutkan, Puluhan Korban Masih Hilang, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Mulai Pukul 07.00 WIB, Area Longsor Meliputi Dua Kampung, Material Longsor yang Masih Labil Jadi Kendala, Ketebalan Timbunan Longsor Capai Lima Meter, Data Korban Masih Terus Diperbarui

Proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kedua pada Minggu (25/1/2026).

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian sejak pagi hari setelah melakukan briefing dan pembagian tugas.

Longsor yang terjadi melanda dua kampung dan berdampak pada area yang cukup luas.

Kondisi material longsoran yang masih labil menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Mulai Pukul 07.00 WIB

Dilansir dari Tribun Jabar, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian korban pada pukul 07.00 WIB.

Pencarian diawali dengan apel pagi untuk menyampaikan arahan serta pembagian tugas personel di lapangan.

"Iya, kami akan melaksanakan pencarian lagi di pukul 07.00 WIB. Kami akan melakukan apel pagi untuk briefing memberikan tugas dan membagi tim," ujarnya kepada awak media pada Sabtu (24/1/2026) malam.

Area Longsor Meliputi Dua Kampung

Ade menjelaskan, lokasi longsoran meliputi dua kampung, yakni Pasir Kuda dan Pasir Kuning.

Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer dari mahkota longsoran hingga ke titik akhir.

Kondisi tersebut membuat tim SAR harus membagi personel ke beberapa sektor agar pencarian dapat dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Material Longsor yang Masih Labil Jadi Kendala

Berdasarkan hasil asesmen sementara pada hari pertama pencarian, material longsoran masih didominasi tanah lunak yang bercampur air.

Kondisi ini menyulitkan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian dan evaluasi korban.

Situasi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pencarian yang akan digunakan di lapangan.

"Kami lihat situasi dulu. Alat berat sebnarnya sudah disiapkan, tapi belum bisa diturunkan. Kami menggunakan alat kontruksi, proses manual. Klau memang lokasi memungkin, kami bisa turunkan alat berat," katanya.

Ketebalan Timbunan Longsor Capai Lima Meter

Ade menuturkan, timbunan material longsoran diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima meter.

Perkiraan tersebut mengacu pada laporan kepala desa setempat terkait rumah-rumah warga yang tertimbun material longsor.

rumah yang terkubur dari longsoran itu sekitar 5 meter. Jadi dari luas area 100 meter lebarnya. Dari mahkota longsoran hingga ke titik akhir longsor itu sekitar tiga kilometer," ucapnya.

Data Korban Masih Terus Diperbarui

Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, korban yang dilaporkan hilang di kawasan longsoran tersebut mencapai 84 orang.

Hingga saat ini, tim SAR baru menemukan sembilan korban meninggal dunia.

Luas dan beratnya dampak longsor membuat proses pencarian harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko lanjutan.

"Untuk sementara, korban yang terdampak ada 113 orang. Yang ditemukan delapan orang, tujuh di antaranya sudah teridentifikasi. Delapan korban itu ditemukan di beberapa titik," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin.

Sebelumnya, longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026), pukul 03.00 WIB.

Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian masih terus dilakukan.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Puluhan Orang Masih Hilang, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB Pagi Ini".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang