Hari ke-10 Pencarian Longsor Cilacap Berakhir, Dua Korban Dinyatakan Hilang
Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying dan Dusun Cibuyut, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, resmi dihentikan pada Senin (24/11/2025).
Setelah berlangsung selama 10 hari, Tim SAR Gabungan tidak berhasil menemukan dua korban terakhir yang sebelumnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, total 21 korban ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak berhasil ditemukan.
“Selama 10 hari pelaksanaan, tim berhasil mengevakuasi seluruh korban yang berhasil ditemukan dengan total 21 meninggal dunia, 11 luka-luka, serta mencatat 2 korban dalam status pencarian yang dinyatakan hilang sesuai prosedur penutupan Ops SAR,” ujar Chomsul melalui pesan tertulis.
Dua korban yang dinyatakan hilang adalah Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati (12).
Upaya Pencarian hingga Hari Terakhir
Sebelum pencarian resmi ditutup, Tim SAR Gabungan masih memaksimalkan penyisiran pada Sabtu (22/11/2025), yang merupakan hari ke-10 operasi SAR.
Fokus difusatkan pada dua sektor utama, yakni worksite A1 dan worksite B1.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa penguatan personel dilakukan di dua titik tersebut.
“Kami laporkan bahwa pada hari ini, memasuki hari ke-10, pencarian kita fokuskan di dua worksite, yaitu worksite A1 dan worksite B1,” kata Priyo.
Kendala Medan di Dua Titik Pencarian
- Worksite A1
Tim hanya bisa mengandalkan alkon, alat ekskavasi, dan peralatan manual karena alat berat tidak dapat masuk ke area tersebut.
“Di A1 kita maksimalkan personel karena proses evakuasi menggunakan alkon dan alat-alat ekskavasi manual,” ujarnya.
- Worksite B1
Struktur tanah yang masih labil membuat lima alat berat yang dikerahkan harus diberi landasan batang pohon besar agar dapat bergerak.
“Untuk di B1, kita fokuskan penggunaan alat berat dengan titik-titik yang sudah kita tandai,” jelas Priyo.
Penemuan Balita Berusia 3 Tahun Menjadi Temuan Terakhir
Pada Jumat (21/11/2025), sehari sebelum hari ke-10 pencarian, tim menemukan seorang balita bernama Fatin Ayu Rengganis (3) dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di perbatasan worksite B1 dan B2, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi rumahnya.
“Korban ditemukan pukul 15.52, kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah.
Fatin menjadi korban terakhir yang berhasil ditemukan sebelum operasi pencarian resmi ditutup.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Penutupan operasi dilakukan setelah melalui evaluasi bersama unsur keluarga korban dan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Chomsul menegaskan bahwa penyisiran telah dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah terdampak, termasuk area tertimbun material berat, alur sungai tertutup longsoran, serta lereng berisiko tinggi.
“Menandai berakhirnya operasi, seluruh unsur yang terlibat mengikuti Sholat Ghoib dan prosesi tabur bunga di lokasi bencana sebagai wujud penghormatan terakhir bagi para korban,” ucapnya.
Keputusan penghentian operasi juga mengacu pada aturan standar SAR yang tertuang dalam Peraturan Basarnas, di mana operasi dilaksanakan maksimal tujuh hari dan dapat diperpanjang bila ada tanda-tanda keberadaan korban.
Masuk ke Tahap Pascabencana
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak stabil dan potensi longsor susulan, penanganan beralih ke tahap pascabencana. BPBD Jawa Tengah dan Pemkab Cilacap mulai melakukan:
- percepatan pembersihan lahan untuk kebutuhan relokasi,
- penyaluran logistik untuk penyintas,
- pemantauan risiko lanjutan di area terdampak.
Chomsul menegaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan untuk memastikan keamanan serta pemulihan masyarakat terdampak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.