Korban Tewas Kebakaran Mal di Karachi Bertambah Jadi 23 Orang, Puluhan Hilang

Kebakaran mal di Karachi Pakistan
Kebakaran mal di Karachi Pakistan

 Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat di sebuah mal atau pusat perbelanjaan di Karachi meningkat menjadi 23 orang pada Senin, 19 Januari 2026. Angka tersebut bertambah setelah tim penyelamat menemukan sejumlah jenazah tambahan di dalam bangunan yang mengalami kerusakan parah, kata pihak kepolisian. Hingga kini, puluhan orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Api di pusat perbelanjaan bertingkat itu berhasil dipadamkan pada Minggu malam, hampir 24 jam setelah kebakaran pertama kali terjadi. Pemadaman tersebut memungkinkan tim penyelamat memasuki gedung dan melakukan pencarian.

Pihak berwenang menyatakan kekhawatiran jumlah korban tewas masih bisa bertambah, mengingat sebanyak 46 orang belum ditemukan, menurut Kepala Kepolisian Kota Karachi, Asad Raza.

Raza mengatakan kepada Associated Press pada hari Senin bahwa sejauh ini baru enam jenazah yang berhasil diidentifikasi. Jenazah lainnya harus menjalani pemeriksaan DNA karena kondisinya sangat parah.

Kebakaran mal di Karachi Pakistan

"Jenazah sudah tidak dapat dikenali lagi," kata dokter forensik kepolisian, Dr. Summaiya Syed. Ia menambahkan bahwa petugas medis tengah mengumpulkan sampel DNA dari keluarga korban yang dilaporkan hilang.

Media lokal melaporkan jumlah korban tewas sedikit lebih tinggi, dengan menyebut setidaknya 26 orang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.

Sebelumnya, Kepala Menteri Provinsi Sindh, Murad Ali Shah, mengatakan dalam konferensi pers di Karachi, bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung untuk mencari korban selamat maupun korban tewas.

Ia menyebutkan bahwa salah satu korban adalah seorang petugas pemadam kebakaran. Pemerintah provinsi, kata Shah, akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee (US$36.000) kepada keluarga masing-masing korban tewas.

Sementara tim penyelamat masih menghadapi kesulitan menjangkau sejumlah bagian bangunan yang rusak berat, tempat beberapa orang diyakini terjebak setelah kehilangan kontak dengan keluarga mereka sejak sehari sebelumnya.

Wali Kota Karachi, Murtaza Wahab, menegaskan bahwa operasi penyelamatan akan terus dilanjutkan sampai seluruh orang yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan.

Kepala petugas penyelamatan Karachi, Dr. Abid Jalal Sheikh, mengatakan api dengan cepat menjalar ke seluruh gedung karena banyaknya toko yang menyimpan kosmetik, pakaian, serta barang-barang berbahan plastik.

Pada Senin, sejumlah kerabat korban terlihat menunggu di luar plaza yang hangus terbakar, berharap memperoleh kabar tentang anggota keluarga mereka.

Qaiser Ali mengatakan istrinya, menantu perempuannya, dan saudara perempuannya pergi berbelanja untuk persiapan acara pernikahan pada Sabtu dan berada di dalam gedung ketika kebakaran terjadi. Ia mengaku sempat berbicara dengan ketiganya melalui telepon seluler pada Minggu, namun setelah itu mereka tidak lagi dapat dihubungi.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka atau apakah mereka masih hidup," kata Ali kepada AP. "Kami berdoa agar semua yang hilang dapat keluar dengan selamat," katanya, sambil terus mencoba menghubungi anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Seorang pria lainnya, Saifur Rehman, mengatakan ia berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi dan berhasil menyelamatkan diri. Namun, saudaranya, Mohammad Abrar, yang memiliki toko di pusat perbelanjaan tersebut, tertinggal di dalam. Rehman mengatakan ia sangat khawatir akan keselamatan saudaranya.

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Polisi menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan.

Karachi, ibu kota Provinsi Sindh, memiliki catatan panjang kebakaran mematikan, yang kerap dikaitkan dengan standar keselamatan yang buruk dan praktik konstruksi ilegal. Pada November 2023, kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu menewaskan 10 orang dan melukai 22 lainnya. Sementara pada 2012, kebakaran besar di sebuah pabrik garmen di Karachi menewaskan sedikitnya 260 orang. (CNA)