Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta Maaf

longsor sibolga, banjir dan longsor sumatera, pencarian korban longsor Sibolga, korban longsor sibolga, korban longosor aek manis sibolga, Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta Maaf

Kisah haru datang dari upaya pencarian korban longsor di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Sejak bencana yang melanada pada 25 November 2025, tim gabungan, keluarga, dan warga terus menggali reruntuhan rumah dan tanah merah untuk menemukan jasad Ruhyan Malau (56).

Pencarian berlangsung panjang, bahkan sempat menemui jalan buntu hingga keluarga memutuskan melibatkan orang pintar atau paranormal sebagai langkah terakhir.

Proses panjang ini menimbulkan ketegangan dan haru, terutama ketika anak-anak Ruhyan diminta menyampaikan permintaan maaf sebelum jasad akhirnya dapat dievakuasi.

Pencarian Buntu, Keluarga Libatkan Paranormal

Dilansir dari Tribun-Medan.com, Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite, mengatakan pencarian Ruhyan berlangsung panjang sejak longsor menimpa pemukiman pada 25 November.

Keluarga yang hampir putus asa, namun belum ikhlas jika pencarian dihentikan. MEreka tetap bertekad melanjutkan pencarian jenazah Ruhyan.

Pada Senin sebelumnya, keluarga bersama pemerintah setempat sepakat memutuskan memanggil paranormal sebagai upaya terakhir.

Dalam upaya ini, paranormal memanggil ruh Ruhyan untuk dimasukkan ke tubuh seorang warga, lalu memberikan petunjuk di mana lokasi jasad berada.

"Mau tidak mau kami harus mencari jalan di luar nyata menggunakan orang pintar. Yaitu kami menggunakan paranormal yang memanggil ruh korban dimasukkan ke orang lain untuk menunjukkan arah di mana posisi almarhum," kata Serda Asrul.

Pria yang kerasukan itu meminta anak Ruhyan mengumandangkan adzan di atas rumah mereka yang sudah rata dengan tanah.

Tak sampai di situ, ia juga meminta anak-anak menyampaikan permintaan maaf, dan meminta mantan istrinya agar tidak berada di lokasi pencarian.

Semua permintaan tersebut dipenuhi keluarga. Satu per satu anak Ruhyan mengungkap permintaan maaf kepada almarhum.

"Setelah itu, seluruh keluarga disuruh meminta maaf dan setelah itu baru dia mau menunjukkan posisi jenazah di mana," sambungnya.

Suasana Haru Warnai Penemuan Jenazah Korban

Upaya yang dilakukan keluarga pada akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan.

Di tengah deru sebuah ekskavator kuning yang terus menggali reruntuhan tanah merah bekas longsor, seorang pria berteriak meminta kantong jenazah.

"Kantong jenazah, kantong jenazah," pada Selasa (9/12/2025).

Warga segera mendekat untuk menyaksikan proses evakuasi yang telah lama dinanti.

Dua anak Ruhyan, Rudan Malau dan Anisa Malau, duduk di bucket ekskavator sambil berdoa agar jasad ayah mereka segera diangkat.

Setelah turun, keduanya menangis histeris. Anisa, mengenakan hijab hitam dan pakaian biru bahkan jatuh pingsan dan dibopong warga agar tidak jatuh ke drainase.

Sekitar pukul 14.00 WIB, jasad Ruhyan akhirnya ditemukan di kamar depan rumahnya, lokasi yang telah digali berkali-kali selama dua pekan pencarian.

Suasana lorong sempit pemukiman padat penduduk seketika dipenuhi kesedihan, sementara warga menonton proses evakuasi ikut merasa terharu.

"Ditemukan di dalam kamar depan," ujar Serda Asrul.

Ruhyan merupakan korban tewas terakhir yang ditemukan di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Sebelumnya, longsor yang terjadi di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga pada Selasa 25 November lalu sekira pukul 18.00 WIB.

Saat itu, tebing yang berada dibalik rumah warga longsor dan menimbun rumah yang ada di depannya.

Total keseluruhannya korban yang ditemukan di lokasi tersebut sebanyak 43 orang dan Ruhyan menjadi korban terakhir yang baru ditemukan setelah 14 hari.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul “KELUARGA PAKAI PARANORMAL Panggil Ruh Untuk Temukan Jasad Korban”. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang