Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Masuki Hari Ke-4, Tim SAR Hadapi Tantangan Hujan Badai di Pangkep

Gunung Bulusaraung, Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Masuki Hari Ke-4, Tim SAR Hadapi Tantangan Hujan Badai di Pangkep, Tantangan Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal, Pola Pencarian "Obat Nyamuk", Keterlibatan Warga Lokal dan Larangan Unggah Dokumentasi, Daftar Korban Pesawat ATR 42-500

Operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat, Selasa (20/1/2026).

Sebanyak 500 personel SAR gabungan yang terbagi dalam tujuh tim dikerahkan untuk menyisir medan terjal demi menemukan 10 orang yang berada di dalam pesawat tersebut.

Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang hanya terdiri dari lima tim.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal

Proses evakuasi di Desa Tompobulu, yang merupakan pemukiman terdekat dari lokasi jatuhnya pesawat, diwarnai cuaca buruk. Hujan badai dilaporkan melanda kawasan tersebut saat tim tengah melakukan persiapan.

Kondisi geografis Gunung Bulusaraung dengan kemiringan lereng yang curam serta vegetasi semak belukar yang rapat menjadi hambatan utama.

Berdasarkan titik koordinat, lokasi serpihan berada di 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer dari Kota Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca.

"Tadi saya ke posko memang cuacanya harus modifikasi, sehingga kita mengajukan modifikasi teknologi ke BMKG. Insya Allah dikirim langsung ke sini," ujar Andi Sudirman saat ditemui di Makassar, Senin (19/1/2026) malam.

Pola Pencarian "Obat Nyamuk"

Asrem Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, menjelaskan bahwa tim pencari menggunakan pola khusus untuk memastikan seluruh area tersisir dengan rata.

"Jadi polanya obat nyamuk, yang di dalam memutar keluar dan di luar memutar ke dalam," jelas Abi saat memberikan pengarahan kepada petugas.

Ia juga menginstruksikan agar setiap komandan tim (Dantim) melaporkan perkembangan secara berkala.

"Pokoknya masing-masing dantim wajib laporan setiap jam-jam ganjil," tegasnya.

Selain tujuh tim dari posko utama, terdapat empat tim tambahan yang bergerak melalui jalur Kabupaten Maros untuk menjangkau dasar jurang sedalam 200 meter, tempat serpihan pesawat dan korban diduga berada.

Keterlibatan Warga Lokal dan Larangan Unggah Dokumentasi

Gunung Bulusaraung, Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Masuki Hari Ke-4, Tim SAR Hadapi Tantangan Hujan Badai di Pangkep, Tantangan Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal, Pola Pencarian "Obat Nyamuk", Keterlibatan Warga Lokal dan Larangan Unggah Dokumentasi, Daftar Korban Pesawat ATR 42-500

Tim SAR mengangkat sejumlah barang yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 milik IAT di posko aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sejumlah serpihan dan menemukan satu jasad diduga korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaruang. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.

Dalam misi kemanusiaan ini, Tim SAR menyertakan 18 warga lokal yang merupakan pencari madu. Mereka dinilai lebih memahami medan dan jalan tikus di perbukitan Bulusaraung.

Terkait temuan di lapangan, Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh personel agar tidak menyebarkan dokumentasi korban ke media sosial.

"Laporkan pertama berita itu ke posko, tidak langsung men-share masing-masing. Dantim bertanggung jawab. Apabila kita menemukan serpihan pesawat, jenazah korban, ataupun yang hidup, share video itu langsung ke posko," tegas Rumbayan.

Daftar Korban Pesawat ATR 42-500

Pesawat yang disewa oleh KKP ini mengangkut 7 kru dan 3 penumpang. Berikut adalah daftar nama korban yang masih dalam proses evakuasi:

  1. Capt Andy Dahananto (Pilot)
  2. SIC FO M Farhan Gunawan
  3. FOO Hariadi
  4. EOB Restu Adi P
  5. EOB Dwi Murdiono
  6. Florencia Lolita (Flight Attendant)
  7. Esther Aprilitas (Flight Attendant)
  8. Deden (KKP)
  9. Ferry (KKP)
  10. Yoga (KKP)

Hingga saat ini, Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa evakuasi akan difokuskan melalui jalur darat karena kondisi udara yang tidak memungkinkan akibat kabut tebal dan cuaca buruk.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, 7 Tim SAR Diterjunkan Meski Hujan Badai

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang