Lokasi Penemuan Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet Pernah Disisir, Cuaca Buruk Jadi Hambatan

Syafiq Ali, Gunung Slamet, Syafiq Ali ditemukan, Lokasi Penemuan Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet Pernah Disisir, Cuaca Buruk Jadi Hambatan

Lokasi penemuan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet asal Kota Magelang, pada Rabu (14/1/2026) ternyata sebelumnya sudah pernah disisir oleh tim relawan.

Namun kala itu, tim relawan belum berhasil menemukan korban karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.

Salah satu relawan dari BPBD Purbalingga, Slamet Ardiyansyah mengtakan, lokasi ditemukannya Syafiq Ali berdekatan dengan puncak Batu Langgar antara jalur Gunung Malang dan Batturaden.

"Lokasi ditemukannya korban sebenarnya sudah pernah kami sisir sebelumnya. Namun, karena cuaca yang tidak bersahabat dan jarak pandang terbatas, korban baru bisa ditemukan hari ini," ujar Slamet pada Rabu (14/1/2026) dikutip dari TribunBanyumas.

Menurut informasi yang ia terima, posisi Syafiq Ali saat ditemukan dalam keadaan tengkurap.

Saat korban ditemukan pun, kondisi cuaca di puncak Gunung Slamet dilaporkan masih buruk dengan jarak pandang terbatas.

Meski demikian, para relawan bersyukur karena pencarian akhirnya membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, hari ini ada titik terang," ucapnya.

Syafiq Ali Diduga Alami Hipotermia

Tim Basarnas Jawa Tengah yang memimpin jalannya evakuasi, Andika mengatakan bahwa Syafiq Ali ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Ia menduga, Syafiq Ali mengalami hipotermia atau kedinginan ekstrem. Sebab, saat ditemukan kondisi celana sudah terlepas dari badan pendaki.

"Lokasi ditemukan tidak jauh dari tempat Himawan, teman Syafiq," ungkap Andika di Basecamp Dipajaya, dilansir dari Kompas.com.

Saat ini, Tim Basarnas Jawa Tengah dan tim relawan sedang mengevakuasi jasad Syafiq melalui jalur timur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh relawan 17 hari sejak dilaporkan hilang.

Syafiq Ali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di jalur yang menghubungkan kawasan Gunung Malang dan Baturraden.

"Lokasi di bebatuan jurang Kali (Sungai) Lembarang. Pencarian di antara lingkaran kuning," kata Sugeng saat dihubungi Kompas.com.

Evakuasi Jenazah Butuh 15 Jam

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengatakan korban akan dievakuasi dari titik penemuan menuju basecamp Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

“Informasi terakhir jam 14.00 WIB tadi untuk menaikkan jenazah (dari titik penemuan) sampai basecamp Dipajaya membutuhkan waktu kurang lebih 15 jam,” ujarnya di Kantor Pemerintah Kota Magelang, Rabu (14/1/2026).

Setelah tiba di basecamp, jenazah Ali akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr M Ashari Pemalang untuk dimandikan.

Menurut Catur, perjalanan dari rumah sakit menuju rumah duka di Kelurahan Kramat Utara, Kota Magelang, diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima jam.

“Sampai Magelang tinggal disalatkan dan dimakamkan di Sambung Lor, dekat neneknya,” ucap Catur.

Dengan demikian, jenazah Syafiq Ali diperkirakan tiba di rumah duka pada Kamis (15/1/2026).

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "Relawan Sempat Sisir Lokasi Jenazah Syafiq Ali di Gunung Slamet Namun Nihil, Jarak Pandang Terbatas" serta Kompas.com dengan judul "Evakuasi Jasad Syafiq Ali dari Gunung Slamet Butuh 15 Jam" dan "Ali Alami Hiportemia, Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang