Top 5+ Fakta Pendaki Syafiq Ali Ditemukan Meninggal Usai 17 Hari Hilang, Korban Pamit ke Gunung Sumbing
Relawan yang tergabung dalam Tim SAR gabungan akhirnya menemukan pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razani, yang dinyatakan hilang di Gunung Slamet sejak Senin (29/12/2026).
Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jalur yang menghubungkan kawasan Gunung Malang dan Baturraden.
Rencananya, jenazah Syafiq akan dibawa turun melalui jalur pendakian Gunung Malang.
"Iya sudah ditemukan kurang lebih antara pukul 10.00 WIB tadi. Lokasi di bebatuan jurang Kali (Sungai) Lembarang. Pencarian di antara lingkaran kuning," kata Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, dikutip dari , Rabu (14/1/2026).
Berikut lima fakta soal pendaki Syafiq ditemukan meninggal dunia usai dinyatakan hilang selama 17 hari.
1. Syafiq Dinyatakan Hilang sejak 29 Desember 2025
Peristiwa Syafiq hilang bermula saat ia mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025).
Keduanya mendaki Gunung Slamet melalui Jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang.
Keduanya berencana melakukan pendakian dengan metode tek-tok atau naik-turun tanpa menginap.
Namun, hingga Minggu (28/12/2025) malam, mereka tak kunjung kembali ke basecamp sesuai jadwal.
Petugas basecamp mulai curiga setelah tidak ada kabar dari keduanya hingga petugas melakukan penyisiran.
Syafiq akhirnya dinyatakan hilang pada Senin (29/1/2025).
2. Himawan Alami Cedera Serius
Tim pengelola basecamp yang melakukan penyisiran cepat menemukan Himawan pada Senin (29/12/2025) di sekitar Pos 9, sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet.
Saat ditemukan, kondisi Himawan sangat lemah dengan cedera serius di bagian kaki.
"Menurut Himawan, Syafiq Ridhan sempat turun untuk mencari bantuan," tulis keterangan tim penyelamat, dikutip dari Tribunnews, Senin (5/1/2026).
"Naas, niat mulia Syafiq Ridhan untuk menjemput pertolongan justru membawanya hilang ditelan keangkuhan lereng Slamet," tambahnya.
3. Syafiq Pamit Mendaki Gunung Sumbing
Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam, mengungkapkan bahwa adiknya sempat berpamitan kepada keluarga untuk mendaki Gunung Sumbing.
Namun, keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari pihak basecamp.
Motor dan KTP milik Syafiq ditemukan masih tertinggal di basecamp, sementara dua pendaki perempuan mengaku sempat bertemu korban di sekitar Pos 3 sebelum jejaknya hilang.
4. Operasi Pencarian Sempat Dihentikan
Dilansir dari TribunBanyumas, Senin (12/1/2026), operasi pencarian Syafiq secara resmi dihentikan pada Rabu (7/1/2026) setelah tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian secara intensif.
Setelah pencarian ditutup, petugas mengalihkan operasi ke pemantauan.
"Jika ada teman-teman yang masih akan mencari, bisa berkoordinasi dengan Posko Dipajaya maupun Basarnas," kata Komandan Basarnas Pemalang Handika.
5. Pencarian Dilanjutkan Secara Mandiri
Meski operasi SAR resmi dihentikan, pencarian terhadap Syafiq tetap dilakukan secara mandiri oleh relawan melalui jalur Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas.
Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, menyebut pencarian mandiri dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai warga kawasan Gunung Slamet.
"Tiga hari kemarin, kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi," ujar Syaiful saat dikonfirmasi TribunBanyumas, Senin (12/1/2026).
"Tapi, sampai hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda," tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang