Top 5+ Fakta Penemuan Kerangka di Wonogiri, Identitas Korban dan Lokasi di Dalam Hutan

penemuan kerangka, lansia hilang, penemuan kerangka di wonogiri, identitas kerangka di wonogiri, 5 Fakta Penemuan Kerangka di Wonogiri, Identitas Korban dan Lokasi di Dalam Hutan, 1. Lokasi ada di dalam hutan, 2. Gunawan menemukan saat mencari rumput, 3. Identitas kerangka adalah lansia, 4. Ditemukan barang milik Tukirah, 5. Tak ditemukan kekerasan

Pada Senin (1/12/2025), warga Dusun Tinasat, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, riuh oleh penemuan kerangka manusia di area perkebunan RPH Tinasat sekitar pukul 06.00 WIB.

Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Gunawan (35) yang sedang mencari pakan ternak di kawasan perkebunan pada Senin pagi.

Dilansir dari , Senin, saat tengah melintas, ia seperti melihat adanya tulang manusia.

Gunawan pun memanggil temannya, Jaimin (64), untuk memastikan temuannya tersebut.

Setelah yakin kalau itu tulang manusia, keduanya lantas melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT Fachul Hasan, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Pemerintah Desa dan Polsek Kismantoro.

Ini beberapa fakta yang perlu diketahui dari penemuan kerangka tersebut:

1. Lokasi ada di dalam hutan

Lokasi penemuan kerangka manusia di Kecamatan Kismantoro berada di kawasan hutan yang terletak di Lingkungan Tinasat Kelurahan Gesing, dilansir dari Tribunsolo, Senin (1/12/2025).

Salah seorang tokoh masyarakat Kismantoro, Indah Retnowati, mengatakan lokasi penemuan kerangka itu berada di kawasan hutan dan jauh dari permukiman warga.

"Lokasinya menanjak, jalanan setapak. Ada jurang-jurang juga tapi tidak curam," katanya.

Dari permukiman terdekat, lokasi itu berjarak kurang lebih sekitar 1 kilometer (km).

Di tempat kerangka berada, vegetasi tumbuh cukup lebat. 

Gunawan juga membenarkan bahwa lokasi penemuan kerangka manusia yang ia lihat berada di dalam hutan, jauh dari permukiman. 

"Jaraknya sekitar 1 kilometer dari kampung, jalan setapak. Kalau musim penghujan motor juga tidak bisa naik," ujarnya.

2. Gunawan menemukan saat mencari rumput

Pagi itu, Gunawan memang merambah hutan demi mencari rumput untuk pakan ternaknya. Saat sedang menyusuri rerumputan, sekilas ia melihat ada penampakan tulang, mirip kerangka manusia.

"Sekilas gitu seperti kerangka manusia. Saya kaget dan tidak berani, akhirnya kembali ke kampung untuk mencari teman untuk memastikan," ujarnya.

Adapun kerangka yang pertama ia lihat adalah tengkorak kepala korban, baru di sekitarnya terdapat kerangka lain seperti tulang kaki.

"Awalnya melihat kepala (tengkorak). Di sekitarnya ada tulang seperti kaki. Akhirnya saya laporkan," jelas Gunawan.

Gunawan sempat mengira tengkorak yang ia lihat adalah ketela karena warnanya putih. Setelah mendekat untuk memastikan, barulah yakin bahwa itu kerangka manusia.

"Setelah memastikan saya balik itu, karena takut juga jadi terburu-buru," pungkasnya.

3. Identitas kerangka adalah lansia

Polisi segera datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan serta olah TKP.

"Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, ditemukan sejumlah barang yang mengarah kuat pada identitas salah seorang warga," kata Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo. 

Barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi menguatkan dugaan bahwa kerangka tersebut adalah milik Tukirah (69), dicukil dari pemberitaan Tribunsolo, Senin.

Berdasarkan catatan Polsek Kismantoro, Tukirah sebelumnya dilaporkan hilang pada 31 Januari 2025.

Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga, perangkat desa, dan unsur terkait, namun hingga berbulan-bulan pencarian tidak membuahkan hasil.

4. Ditemukan barang milik Tukirah

Saat pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang mengarah kuat pada identitas korban.

Di antaranya sandal warna kuning merek Melly (sebelah kiri) dan pakaian pendek warna hitam yang identik dengan pakaian terakhir yang dikenakan Tukirah.

Keluarga korban, terutama saksi bernama Mesni, membenarkan bahwa barang-barang tersebut sesuai dengan yang dibawa Tukirah saat terakhir meninggalkan rumah.

5. Tak ditemukan kekerasan

Pamapta Polres Wonogiri bersama Tim Inafis dan Puskesmas Kismantoro melakukan olah TKP dan dan pemeriksaan medis.

Muhammad Nasir, dokter di Puskesmas Kismantoro mengungkapkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana pada kerangka tersebut.

“Kami memastikan bahwa penyebab kematian tidak berkaitan dengan tindak pidana. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan barang-barang yang ditemukan dan kecocokan keterangan keluarga,” jelas Nasir dalam laporan kepada penyidik.

Setelah pemeriksaan dan proses identifikasi selesai, kerangka Tukirah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menyatakan menerima musibah ini dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan tidak meminta proses autopsi

Anom Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang cepat melapor sehingga identitas korban segera diketahui dan jasad bisa segera dikembalikan kepada keluarga.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang