Cuaca Buruk Bikin Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Laut di Cilacap Naik

nelayan, cuaca buruk, Cilacap, harga ikan, Cuaca Buruk Bikin Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Laut di Cilacap Naik, Aktivitas di Pelabuhan Perikanan Lengang, Stok Terbatas Dorong Kenaikan Harga Ikan, Pasokan Turun Drastis dari Kondisi Normal, Pedagang dan Pelaku Usaha Kuliner Ikut Terdampak

Harga ikan laut di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kenaikan signifikan pada Selasa (27/1/2026).

Kenaikan harga dipicu minimnya pasokan ikan akibat nelayan tidak melaut karena cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kondisi tersebut terlihat di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yang tampak lebih lengang dari biasanya.

Aktivitas jual beli ikan berjalan lambat karena stok yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sangat terbatas.

Aktivitas di Pelabuhan Perikanan Lengang

Suasana di kawasan pelabuhan perikanan terlihat sepi, dengan lapak-lapak ikan yang hanya terisi sebagian.

Minimnya pasokan terjadi karena banyak nelayan memilih tidak melaut akibat kondisi perairan selatan Cilacap yang masih dilanda cuaca buruk.

“Sudah beberapa hari ini nelayan tidak melaut karena gelombangnya tinggi, jadi ikan yang masuk ke TPI sangat sedikit,” ujar Yanti, pedagang ikan di PPSC Cilacap, Selasa (27/1/2026).

Menurut Yanti, kondisi tersebut membuat suasana TPI yang biasanya ramai sejak pagi kini tampak jauh lebih sepi.

“Kalau pasokan sedikit, pembeli juga berkurang karena pilihan ikan tidak sebanyak hari normal,” tuturnya.

Stok Terbatas Dorong Kenaikan Harga Ikan

Berkurangnya hasil tangkapan nelayan berdampak langsung pada harga ikan di tingkat pedagang.

Kenaikan harga tidak dapat dihindari karena stok terbatas, sementara permintaan masih ada.

“Harga ikan terpaksa naik karena stoknya terbatas, sementara permintaan tetap ada,” kata Yanti.

Ia menyebutkan, beberapa kapal yang nekat melaut pun hanya membawa hasil tangkapan dalam jumlah sedikit.

“Kadang ada kapal masuk, tapi ikannya sedikit, jadi cepat habis,” ujarnya.

Pasokan Turun Drastis dari Kondisi Normal

Yanti menjelaskan, pada kondisi normal pasokan ikan yang masuk ke TPI bisa mencapai ratusan kilogram hingga lebih dari satu ton per hari, tergantung jumlah kapal yang bersandar.

“Biasanya bisa sampai satu ton lebih kalau kapal masuk banyak, sekarang paling cuma puluhan kilogram, kadang cuma setengah kwintal sampai satu kwintal saja,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat harga beberapa jenis ikan yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram mengalami kenaikan.

“Untuk beberapa jenis ikan yang biasanya di kisaran Rp25 ribu sampai Rp27 ribu per kilogram, sekarang harganya naik karena stoknya sedikit,” kata Yanti.

Pedagang dan Pelaku Usaha Kuliner Ikut Terdampak

Pedagang ikan lainnya, Sumarni, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kenaikan harga tidak bisa dihindari selama pasokan ikan terus menurun.

“Kalau biasanya satu lapak bisa pegang beberapa kwintal ikan, sekarang paling cuma puluhan kilo, bahkan kadang tidak sampai satu kwintal,” ujar Sumarni.

Menurut dia, para pedagang dan nelayan di PPSC Cilacap hanya bisa menunggu perubahan cuaca agar aktivitas perikanan kembali normal.

Dampak minimnya pasokan ikan juga dirasakan pelaku usaha kuliner berbahan dasar ikan di Cilacap.

Salah seorang pembeli sekaligus pemilik rumah makan ikan, Rudi, mengaku harus menyesuaikan menu dan jumlah sajian harian.

“Sekarang stoknya terbatas dan harganya lebih mahal, jadi terpaksa mengurangi jumlah pembelian,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada kondisi normal bisa membeli ikan hingga beberapa kwintal untuk persediaan beberapa hari. Namun saat ini, pasokan yang didapat hanya puluhan kilogram.

“Kalau biasanya bisa satu sampai dua kwintal, sekarang paling dapat puluhan kilo saja, itupun harus cepat karena ikannya langsung habis,” katanya.

Rudi berharap cuaca di perairan selatan Cilacap segera membaik agar nelayan kembali melaut dan pasokan ikan kembali stabil.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul “Harga Ikan di Cilacap Naik Drastis, Imbas Cuaca Buruk Nelayan Tak Melaut”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang