Speedboat Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Maluku Barat Daya, 8 Penumpang Masih Hilang

Ilustrasi tenggelam, Dua Penumpang Berhasil Selamat, Berangkat dari Sinairusi Menuju Tepa, Pencarian Terkendala Cuaca dan Keterbatasan BBM, Basarnas Ambon Kerahkan Operasi SAR, Data Korban Masih Mengacu pada Laporan Desa
Ilustrasi tenggelam

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap delapan penumpang speedboat yang tenggelam di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku. Hingga Sabtu, 13 Juni 2026, nasib delapan korban tersebut masih belum diketahui.

Kecelakaan laut itu terjadi saat speedboat yang membawa 10 penumpang berlayar dari Desa Sinairusi menuju Tepa, Kecamatan Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan mengalami musibah setelah diterjang cuaca buruk hingga akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pulau Dai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemmy Lico, mengatakan hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat.

"Saat ini para korban belum ditemukan dan kami sementara melakukan koordinasi dengan pemilik speedboat yang digunakan para penumpang," kata Jemmy Lico saat dihubungi dari Ambon, Sabtu.

Dua Penumpang Berhasil Selamat

Dari total 10 orang yang berada di dalam speedboat, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke daratan.

Kedua korban selamat tersebut diketahui bernama Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Keduanya berhasil berenang menuju Desa Sinairusi setelah speedboat yang mereka tumpangi tenggelam.

Setelah tiba di daratan, keduanya kemudian meminta bantuan kepada masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut dan melakukan pencarian terhadap penumpang lainnya yang belum ditemukan.

Sementara itu, delapan penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Berangkat dari Sinairusi Menuju Tepa

Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD Kabupaten MBD, speedboat tersebut berangkat dari Desa Sinairusi menuju Tepa pada Kamis, 11 Juni 2026.

Namun saat melintasi Perairan Pulau Dai, cuaca dilaporkan memburuk. Kondisi tersebut menyebabkan speedboat mengalami kecelakaan hingga akhirnya tenggelam.

Perairan di wilayah Maluku Barat Daya dikenal memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika cuaca ekstrem dan gelombang tinggi terjadi. Faktor cuaca buruk disebut menjadi penyebab utama musibah yang menimpa para penumpang speedboat tersebut.

Pencarian Terkendala Cuaca dan Keterbatasan BBM

Sejak kabar kecelakaan diterima, masyarakat bersama BPBD Kabupaten MBD langsung melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Operasi pencarian awal dilakukan dengan mengerahkan tiga unit speedboat dan kapal motor KM Teifelin. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Menurut Jemmy, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat serta keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasi pencarian yang lebih luas.

Karena itu, pihaknya kemudian meminta dukungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon untuk memperkuat operasi SAR.

"Musibah kecelakaan laut ini telah kami laporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku dan tim SAR gabungan sementara melakukan operasi pencarian hingga saat ini," ujarnya.

Basarnas Ambon Kerahkan Operasi SAR

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kecelakaan speedboat tersebut dari Kepala BPBD Kabupaten MBD.

Laporan diterima pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 08.30 WIT. Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas Ambon langsung melakukan koordinasi dan mengaktifkan operasi SAR untuk membantu pencarian korban.

Menurut Arafah, lokasi kejadian berada pada koordinat 7°39'2.95"S dan 129°38'27.61"E di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 264 nautical mile (NM) atau mil laut dengan arah tenggara dari Ambon berdasarkan pemetaan menggunakan Google Earth.

Data Korban Masih Mengacu pada Laporan Desa

Dalam proses verifikasi data, Basarnas Ambon juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan jumlah korban yang terlibat dalam kecelakaan laut tersebut.

Pada 12 Juni 2026 sekitar pukul 09.30 WIT, Kantor SAR Ambon berkoordinasi dengan Kepala Desa Sinairusi, Yance Ritiauw.

Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa jumlah penumpang speedboat yang mengalami kecelakaan sebanyak 10 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rinciannya, dua orang dinyatakan selamat setelah berhasil berenang ke daratan, sementara delapan orang lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya speedboat dengan harapan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya. Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur Basarnas, BPBD, pemerintah setempat, serta masyarakat di wilayah Maluku Barat Daya. (Ant)