Awalnya Izin ke Gunung Sumbing, Hilang 16 Hari, Syafiq Ali Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet

Awalnya Izin ke Gunung Sumbing, Hilang 16 Hari, Syafiq Ali Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet, Bagaimana Kronologi Pendakian Syafiq di Gunung Slamet?, Apa yang Terjadi Saat Syafiq dan Himawan Berpisah?, Di Mana Lokasi Penemuan Jenazah Syafiq?, Bagaimana Proses Pencarian yang Berlangsung Hingga 17 Hari?

 Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang sejak akhir Desember 2025 di Gunung Slamet, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah siswa kelas XII SMAN 5 Kota Magelang itu ditemukan pada Rabu (15/1/2026) di area tebing kawah Gunung Slamet setelah lebih dari dua pekan pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan dan relawan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, membenarkan kabar duka tersebut.

“Alhamdulillah, pada Rabu 14 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB kami mendapatkan informasi dari relawan mandiri bahwa survivor atas nama Ali sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Catur di Jakarta, Rabu, seperti dikutip dari Tribunjogja.com.

Catur menjelaskan, posisi jenazah Syafiq tidak berada di dasar kawah, melainkan di area tebing kawah Gunung Slamet.

“Jadi posisinya tidak di bawah kawah, tapi masih berada di tebing kawah. Posisi jenazah terbaring dan sudah terdokumentasi,” ujarnya.

Bagaimana Kronologi Pendakian Syafiq di Gunung Slamet?

Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025) melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Kepada keluarga, Syafiq sempat berpamitan dengan menyebut tujuan pendakian Gunung Sumbing.

Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam (24), mengatakan keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari basecamp.

“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” ujar Naufal.

Syafiq juga menyampaikan bahwa pendakian dilakukan secara tektok dan berencana turun pada Minggu sore.

Namun, hingga waktu yang dijanjikan, Syafiq tidak kunjung kembali. KTP dan sepeda motornya masih tertinggal di basecamp Dipajaya.

Apa yang Terjadi Saat Syafiq dan Himawan Berpisah?

Pada Minggu (28/12/2025), Syafiq dan Himawan masih bersama hingga Pos 5. Di lokasi tersebut, Himawan mengalami kram pada kakinya dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Keduanya kemudian beristirahat sebelum akhirnya Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan.

“Menurut Himawan, Syafiq Ridhan sempat turun untuk mencari bantuan,” tulis keterangan tim penyelamat, dikutip dari Tribunnews, Senin (5/1/2026).

Namun, Syafiq tidak pernah kembali ke Pos 5. Himawan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pos 9 yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut. Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan sekitar 300 hingga 600 meter.

Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa (30/12/2025) pagi sebelum akhirnya ditemukan selamat oleh tim relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya.

Di Mana Lokasi Penemuan Jenazah Syafiq?

Kepala Tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, mengatakan jenazah Syafiq ditemukan oleh tim relawan di wilayah Pos 9 pendakian Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Gunung Malang area Watu Langgar, Kabupaten Purbalingga.

“Pendaki bernama Syafiq ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini tim evakuasi Basarnas dan tim relawan sedang dilakukan,” ujar Andika.

Menurut Andika, lokasi penemuan tidak jauh dari tempat Himawan ditemukan selamat.

“Basarnas Jawa Tengah menerjunkan enam orang dibantu dari Pos Wonosobo empat orang. Lokasi ditemukan tidak jauh dari tempat Himawan teman Syafiq,” katanya.

Basarnas menduga Syafiq mengalami hipotermia atau kedinginan ekstrem. Dugaan ini menguat karena saat ditemukan, kondisi celana korban sudah terlepas sebagian dari tubuhnya.

Dari foto yang diterima, Syafiq ditemukan dalam posisi tertelungkup di antara bebatuan dengan jaket dan celana pendek masih menempel, sementara celana panjang terlepas separuh dari badan.

Bagaimana Proses Pencarian yang Berlangsung Hingga 17 Hari?

Pencarian Syafiq berlangsung selama 16 hingga 17 hari dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga pendaki independen.

Meski operasi SAR resmi sempat dihentikan, relawan mandiri tetap melanjutkan pencarian di berbagai jalur.

Amrul (20), salah satu pendaki yang membantu pencarian, menyebut proses pencarian penuh kejanggalan.

“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujarnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang