Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet Berlanjut Lewat Jalur Bambangan dan Baturraden

Gunung Slamet, Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet Berlanjut Lewat Jalur Bambangan dan Baturraden, Relawan Lanjutkan Pencarian Mandiri, Area Pencarian Diperluas ke Jalur Baturraden, Klarifikasi Informasi Hoaks di Media Sosial, Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal Jadi Kendala, Kronologi Hilangnya Syafiq Saat Cari Pertolongan

Pencarian terhadap Syafiq Ali (18), pendaki asal Magelang yang hilang saat mendaki Gunung Slamet, masih terus dilakukan.

Upaya ini dilanjutkan secara mandiri oleh relawan melalui jalur Bambangan, Purbalingga, dan Baturraden, Banyumas.

Pencarian tetap berjalan meski operasi resmi telah ditutup pada Rabu (7/1/2026). Langkah tersebut diambil atas dasar kemanusiaan dengan memperluas area penyisiran di tengah cuaca ekstrem.

Syafiq dilaporkan hilang pada Senin (29/12/2025) saat berupaya mencari pertolongan untuk temannya yang mengalami cedera ketika turun gunung melalui jalur Dipajaya, Pemalang.

Relawan Lanjutkan Pencarian Mandiri

Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan keputusan melanjutkan pencarian dilakukan atas dasar kemanusiaan.

Sebagai pengelola jalur pendakian dan warga yang tinggal di kawasan kaki Gunung Slamet, relawan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berupaya mencari keberadaan Syafiq.

Menurut Syaiful, pencarian mandiri melalui jalur Bambangan telah dilakukan sejak 9 Januari 2026.

Sebanyak tiga Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan ke titik pemetaan dan koordinat yang sebelumnya disusun oleh Basarnas.

"Tiga hari kemarin, kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi."

"Tapi, sampai hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda," ujar Syaiful saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Senin (12/1/2026).

Area Pencarian Diperluas ke Jalur Baturraden

Meski belum membuahkan hasil, upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran.

Syaiful menyebut koordinasi dilakukan dengan Basecamp Bambangan untuk membuka jalur pencarian baru.

"Semalam, kami sudah koordinasi dengan Basecamp Bambangan."

"Dari situ, kami sepakat memperluas pencarian ke jalur Baturraden. Karena secara histori, seringkali pendaki itu nyasar ke jalur ini," jelasnya.

Dalam operasi ini, dua tim diterjunkan dengan total 57 personel hasil kolaborasi relawan Basecamp Bambangan dan Basecamp Baturraden.

Penyisiran dilakukan sejak pagi hari dan dibatasi maksimal hingga pukul 15.00 WIB dengan mempertimbangkan cuaca ekstrem pada sore hari.

Klarifikasi Informasi Hoaks di Media Sosial

Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai tercium aroma tidak sedap di jalur pendakian, Syaiful memastikan kabar tersebut tidak berkaitan dengan keberadaan korban.

"Memang terdeteksi bau tapi bukan di pos 7."

"Setelah kami cek, ternyata bau itu berasal dari temuan daging ayam yang dibuang pendaki. Jadi, bukan tanda-tanda korban," tegasnya.

Ia juga menepis informasi mengenai ditemukannya korban. Hingga siang hari, belum ada laporan terbaru terkait tanda-tanda keberadaan Syafiq.

"Sampai saat ini, kami masih menunggu kabar pencarian terbaru karena sinyal di area itu sangat terbatas."

"Sejak kemarin, kami juga belum menemukan adanya tanda-tanda penemuan korban," ujarnya.

Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal Jadi Kendala

Syaiful menambahkan, tantangan terbesar dalam pencarian adalah cuaca ekstrem dan medan terjal yang menyulitkan penyisiran.

Meski demikian, relawan tetap berkomitmen memaksimalkan pencarian hingga 14 Januari 2026.

Di tengah keterbatasan dan kondisi lapangan yang berat, ia berharap seluruh relawan tetap diberi kekuatan.

teman dan relawan tetap semangat."

"Dan semoga, segera ada titik terang agar ananda Syafiq bisa segera di temukan," katanya.

Kronologi Hilangnya Syafiq Saat Cari Pertolongan

Sebelumnya diberitakan, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) mendaki Gunung Slamet bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025) malam melalui basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Keduanya merencanakan pendakian tektok atau pulang-pergi dalam satu hari tanpa menginap.

Rencana kembali pada Minggu (28/12/2025) sore tidak terwujud karena mereka baru tiba di puncak setinggi 3.432 mdpl pada sore hari, sehingga terpaksa bermalam.

Saat turun pada Senin (29/12/2025), Himawan mengalami cedera kaki.

Syafiq kemudian memutuskan mencari bantuan untuk mengevakuasi temannya. Namun hingga malam hari, ia tidak kembali.

Himawan bertahan di Pos 9 Gunung Slamet di ketinggian sekitar 3.183 mdpl hingga akhirnya ditemukan relawan pada Selasa (30/12/2025).

Sejak saat itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan hingga saat ini untuk mencari keberadaannya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul “Pencarian Syafiq Ali Masih Berlangsung, Relawan Sisir Gunung Slamet Jalur Bambangan dan Baturraden”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang